TPK Ogomolos Diduga Gelapkan Dana Pengadaan Air Bersih

oleh
Kondisi tong air bersih yang sudah terpasang, namun belum berfungsi ke pemukiman warga Desa Ogomolos. (FOTO: MAL/MAWAN)

PARIGI Tim pengelola kegiatan (TPK) Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga, diduga gelapkan dana pengadaan air bersih melalui Dana Desa tahun 2018.

Sejak dikerjakan hingga memasuki tahun ini, air bersih yang dianggarakan sebanyak 80 juta rupiah, belum juga dinikmati oleh masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketua TPK diduga mengelapkan dana sebanyak 20 juta dari total anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah Desa setempat secara bertahap.

“Anggaran itu diberikan seluruhnya, tidak sekaligus melainkan sesuai progres pekerjaannya,” ungkap sumber yang enggan dikorankan namanya kepada Media Al-Khairaat, Kamis (15/8).

Bahkan, honor tukang belum juga terbayarkan, karena bersangkutan menahan dengan alasan yang tidak jelas ketika ditanyakan.

Hal itu diketahui, setelah adanya rapat bersama dengan BPD, masyarakat, pihak Kecamatan dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang hadir dalam pertemuan di Kantor Desa beberapa waktu lalu.
Ketua TPK awalnya membatah bahwa anggaran tersebut telah diterimanya, namun adanya penjelasan dari bendahara desa disertai bukti catatan pengeluaran, barulah yang bersangkutan mengakuinya.
“Awalnya dirinya membantah dan tidak mau menandatangani berita acara serta kuwitansi pengeluaran. Tetapi setelah dijelaskan baru ia bertandatangan,” ucapnya.

Tidak sampai disitu, yang bersangkutan sebagai ketua menjabat pula sebagai sekretaris dan bendahara TPK. Membenarkan adanya pengambilan uang, namun uang tersebut sebagai pengganti biaya menyewa paranormal asal Jawa saat menjadi tim sukses di pemilihan kepala desa tahun 2017.

“Dia mengakui uang itu diambil sebagai pengganti uang yang dikeluarkan,” terangnya.

Terpisah Ketua TPK Masno dikonfirmasi melalui Via telfon dengan nomor 08525629xxxx berada di Kota Palu, membantah dirinya sebagai ketua pelaksana kegiatan, dirinya mengaku hanya sebagai masyarakat biasa dan tidak mengerjakan apa-apa di desa.

“Saya ini pak masyarakat tidak tau soal urusan desa,” singkatnya.

Ketika ditanyakan soal dana 20 juta atas pengadaan air bersih, dirinya tak memberikan tanggapan seketika langsung menghentikan percakapan dan mematikan telponnya. (MAWAN)