Timsel KPU Sulteng Jamin Tidak Ada Intervensi

oleh

PALU – Tim seleksi calon anggota KPU Provinsi Sulteng membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan, terkait tahapan maupun para calon komisioner KPU periode 2018-2023.

“Ada perbedaan antara seleksi periode tahun ini, dengan seleksi periode sebelumnya,” kata Ketua Timsel KPU, Muhtadin Dg Mustafa, di Palu, Rabu (31/01).

Muhtadin menjelaskan, pada periode sebelumnya, tanggapan masyarakat dibuka setelah tim seleksi mengumumkan 20 besar dan masuk pada proses wawancara, atau setelah masuk pada penetapan 10 besar.

Namun untuk periode ini, tanggapan masyarakat sejak dibukanya pendaftaran calon komisioner.

“Yang ditanggapi mulai dari proses apa saja yang dilakukan oleh timsel,” terangnya.

Selain itu, jika nama-nama yang telah lulus seleksi berkas diumumkan oleh KPU, maka tanggapan masyarakat lebih dibutuhkan, karena tim telah berkomitmen untuk melakukan konfirmasi langsung. Sehingga tidak ada keputusan sepihak, dan memastikan itu lebih berimbang.
“Kita juga tidak menunggu, tetapi menelusuri sampai ke daerah calon yang mendaftar, hingga meminta tanggapan dari semua pihak di daerah tersebut,” ujarnya.

Dengan dibukanya tangggapan masyarakat itu, Muhtadin berharap dapat melahirkan orang-orang yang mempunyai komitmen dengan NKRI sebagai harga mati.

Anggota Timsel, Tasrif Siara menegaskan, tim seleksi akan bekerja dengan profesional dan menjamin tidak ada intervensi dari pihak-pihak lain.

“Kami menandatangani pakta integritas dan kita disumpah untuk itu, untuk memilih orang-orang terbaik. Kami siap menghadapi tekanan dan godaan,” tegasnya.

Sementara anggota timsel lainnya, Rahmat Bakri mengatakan prinsip berkesinambungan dalam proses seleksi bukan pada ranah personal bagi komisioner, tetapi berkesinambungan dalam hal sistem.

Menurut Rahmat, siapa pun dapat mendaftar menjadi calon komisioner, apakah mereka yang bekerja saat ini, atau pun masyarakat umum dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Tidak ada jaminan, yang ada sekarang atau pun yang baru mendaftar untuk lolos dengan mudah, karena kita lihat kompetensi dan integritas mereka,” tegas Rahmat.

Sementara Sekretaris Timsel, Sulteng, Intam Kurnia mengatakan proses pendaftaran sesuai jadwal akan dimulai pada tanggal 12 Februari 2018. Saat pendaftaran, ikut pula dibuka ruang tanggapan masyarakat selama kurang lebih 3 bulan, dan akan berhenti pada proses penetapan calon anggota, atau sekitar tanggal 17-19 April 2018.

“Tim seleksi akan menetapkan calon anggota yang lulus penelitian administrasi sejumlah paling banyak 60 calon,” kata Intam.

Untuk menentukan itu kata Intam, bukan perkara mudah, sehingga waktu dibuat lebih panjang.

Selain keempatnya, satu anggota timsel lainnya adalah akademisi Untad Dr. Johny Salam.

BACA : Cara Menghasilkan Uang dari Blog Paling Populer

Adapun komposisinya empat akademisi dan satu orang dari kalangan professional. Untuk Rahmat Bakri, selain dari akademisi, dia juga berposisi sebagai perwakilan pers (RIFAY/FAUZI)