Ternyata, Anshayari Arsyad Masih Masuk Bursa Calon Wagub

oleh
Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola. (FOTO: MAL/YAMIN)

PALU – Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Provinsi Sulteng kembali menetapkan jadwal pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, pengganti almarhum Sudarto. Sesuai hasil rapat Bamus, tahapan hingga hari H pemilihan akan dihelat dalam range waktu dari tanggal 2 Januari hingga 7 Februari 2018.

Penetapan jadwal ini adalah yang kesekian kalinya sejak empat partai koalisi mulai menggodok nama bakal calon yang bakal diajukan ke DPRD untuk dipilih.

Di tingkat partai koalisi pengusung pasangan Gubernur/Wakil Gubernur Sulteng, Longki Djanggola/Sudarto pada Pilgub lalu, ternyata nama bakal calon pengganti wagub yang akan digodok, bukanlah dua, sebagaimana yang diinformasikan sebelumnya, yakni Faisal Mang dan Syaifullah Djafar, melainkan masih ada tiga nama lagi

Meskipun oleh Gubernur sudah dicoret, namun oleh  Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), nama mantan Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng, Anshayari Arsyad, masih diambil kembali.

Sekretaris DPW PAN Sulteng, Rusli Dg Palabbi

“Malah PKB mengusulkan semua (tiga) nama, kalau PAN hanya dua saja yang kami usulkan, Syaifullah Djafar dan Pak Anshayari,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN), Rusli Dg Palabbi, Rabu (10/01).

Dia menambahkan, untuk mengerucutkan lagi tiga nama tersebut menjadi dua, maka Gubernur telah memerintahkan partai koalisi untuk membentuk tim kecil, anggotanya masing-masing satu orang tiap partai.

“Di PAN ada nama saya, Gerindra Alimuddin Pa’ada, PKB Amin Taher dan PBB ada Pak Wawan. Karena sekarang ini ada tiga, kita lagi mengerucutkan jadi dua. Kalau sudah disepakati di tim kecil menjadi dua, maka itulah yang kita bawa saat rapat kelima dengan gubernur. Jadi nanti sudah final, tinggal disahkan. Gubernur juga tidak mengintervensi tim kecil, apa yang diputuskan, saya kira gubernur harus menerima,” tambah Rusli.

Lebih lanjut dia mengatakan, partai koalisi akan berupaya menyesuikan dengan agenda yang ada di DPRD.

“Insya Allah kita upayakan Januari ini. Karena prosesnya nanti, setelah dua nama diputuskan partai koalisi, harus diusulkan lagi ke masing-masing DPP untuk mendapatkan rekomendasi,” imbuh Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Sulteng itu.

Diwartakan sebelumnya, Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola, menyatakan, pada pertemuan partai pengusung sebelumnya, telah diusulkan dua nama, yakni Faisal Mang dan Syaifullah Djafar.

Saat ini, Faisal sedang menjabat Asisten Administrasi Pemerintahan, Hukum dan Politik. Sementara Syaifullah Djafar sebagai Kadis PU Bina Marga Provinsi Sulteng.

“Saya sebagai gubenur mengusulkan Faisal Mang dan Pak dr. Anshayari Arsyad. Tapi partai lain menghendaki yang lain. Tapi tidak apa-apalah, kan itu baru usulan untuk disetujui tapi kalau tidak disetujui tidak apa-apa. Kemarin kita rapat usulan saya  diambil satu, usulan mereka diambil satu jadi dikawinkanlah nama itu,” katanya.

Pembahasan mengenai nama-nama yang menggantikan posisi Sudarto, sudah berlangsung lama. Kali ini, pembahasan akan kembali dilakukan setelah sebelumnya sempat mengalami kebuntuan di internal partai koalisi, perihal nama bakal calon yang diusulkan untuk dibahas di DPRD setempat.

Awalnya, tiga partai, yakni Gerindra, PKB dan PBB sudah memasukkan nama Hidayat Lamakarate (sekarang Sekprov) dalam bursa pencalonan. Sementara satu partai lainnya, yakni PAN, juga membawa nama Ketua DPW-nya, Oskar Paudi untuk dibahas.

Bersama Oskar, DPP PAN juga merekomendasikan nama Hidayat Lamakarate.

Namun, jika mengacu pada tata tertib yang telah dirumuskan panitia khusus (pansus) DPRD, nama-nama ini tentu belum bisa diusulkan. Sebab, pihak DPRD hanya mau membahas dan  memilih, manakala hanya ada dua nama yang masuk.

Karena PAN bersikukuh tetap mempertahankan Oskar, dan tiga partai lainnya juga tetap pada pendirian untuk mengusulkan nama Zainal Daud, maka berakhir dengan kebuntuan.

Alhasil, sampai hari ini, Provinsi Sulteng hanya dipimpin oleh Longki Djanggola seorang diri, tanpa Wagub. (RIFAY)