Tenny C. Soriton : Menikah Tanpa Rencana adalah Bencana

oleh
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Tenny C. Soriton memberikan arahan sekaligus membuka Outbond ajang kreatifitas generasi muda peduli kependudukan yang dilaksanakan BKKBN Sulteng, di salah satu tempat rekreasi di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Rabu (14/08) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU –  Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton ingatkan generasi muda untuk melakukan perencanaan sejak dini, agar  masa depan tidak sia-sia.

“Kalau terencana, semua lebih mudah. Ingat, jangan sampai menikah diusia muda. Sekali lagi, menikah tanpa rencana adalah bencana,”ujar  Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Tenny C. Soriton, saat memberikan sambutan diacara pembukaan Outbond ajang kreativitas generasi muda peduli kependudukan, yang dilaksanakan  Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Perwakilan BKKB Sulteng, di salah satu tempat rekreasi di Kota Palu, Rabu (14/08).

Tenny mengatakan, kuantitas itu penting , tapi lebih penting lagi adalah kualitas dalam menjalani masa depan, sehingga semua harus direncanakan dengan baik.

Kata Tenny,  dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, juga akan menimbulkan isu persaingan, memperebutkan kesempatan seperti kesempatan kerja, mengenyam pendidikan, pelayanan kesempatan, maupun memperebutkan Sumber Daya Alam (SDA) yang jumlahnya terbatas.

“Misalnya kecukupan pangan, lahan, dan Air Bersih. Terlebih dengan adanya revolusi 4.0, Yang diperkirakan mesin dan robot akan mengambil Alihi 800 juta lapangan pekerjaan di Seluruh Dunia pada tahun 2030,”terangnya.

Tenny menambahkan, dengan Revolusi sosial 5.0 semakin menuntut penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini perlu dilakukan dengan membangun kesadaran tentang kependudukan. Sehingga generasi muda harus dibekali dengan pengetahuan kependudukan.

Peserta Outbond ajang kreatifitas generasi muda peduli kependudukan yang dilaksanakan BKKBN Sulteng, di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Rabu (14/08) (FOTO : MAL/YAMIN)

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Dalduk, La Ode Dia melaporkan,  kegiatan itu diikuti 150 peserta terdiri dari, pelajar perwakilan SMAN di Kota Palu 88 orang, mahasiswa dari tiga kampus 15 orang, koalisi kependudukan muda 30 orang dan forum Generasi berencana (GenRe) Sulteng 25 orang.

Dia menyampaikan, saat ini ada beberapa permasalahan kependudukan utama yang dihadapi yakni, penduduk kita bertambah dan bertumbuh cepat. Meskipun laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Indonesia, baik skala nasional maupun lokal, telah mengalami penurunan dari waktu kewaktu. Namun momentum kependudukan tetap tidak dapat dielakkan. Dua, kualitas penduduk indonesia masih rendah, saat ini secara nasional IPM menempati rangking ke 110 dari 187 negara yang disurvey, setara dengan Gabon, salah satu negara di pesisir barat Afrika.

Kata La Ode, para pelajar dan mahasiswa sebagai  calon pemengang kendali pembangunan, termasuk pembangunan kependudukan, pada hari esok perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan tentang kependudukan. Kita membangun kepedulian sejak dini demi kehidupan anak cucu yang ramah lingkungan.

“Olehnya pada hari Ini kita berkumpul disini pada ajang kreativitas generasi muda peduli kependudukan sebagai salah satu wahana mendidik dan mempersiapkan generasi muda yang peduli pada pembangunan berwawasan kependudukan serta pembangunan berkesinambungan,”jelasnya. (YAMIN)