Tantangan bagi Kepsek

oleh
Ilustrasi

OLEH: AMRAN AMIER*

KEPALA Sekolah Dasar di Palu ditantang untuk berlaku lebih peduli, inovatif dan kreatif dalam memimpin sekolahnya. Mereka akan diawasi dan dievaluasi dalam enam bulan setelah dilantik, dua hari lalu. Ini menjadi tantangan yang tak ringan bagi sekolah.

Kepala Dikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengingatkan kepada para Kepsek yang baru dilantik agar lebih peduli, inovatif dan kreatif dalam memimpin. Selain itu juga mengetahui dan mengevaluasi kebutuhan sekolah yang dipimpinnya, agar Biaya Operasional Sekolah (BOS) bisa tepat sasaran.

Para Kepsek harus membuat suatu perubahan, minimal enam  bulan sejak dilantik. Kepsek didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Palu serta mengecilkan kesenjangan antarsekolah. Jangan terlalu jauh lagi kesenjanganya.

Para Kepsek juga diminta agar memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebaik mungkin, sesuai dengan regulasi. Jangan lagi tidak melakukan pengawasan ketat, karena di tahun 2018 nanti, DAK akan turun di beberapa sekolah baik SD maupun SMP, dan polanya itu sekolah yang kelola.

Kepada pengawas, Ansyar berpesan pada pengawas agar betul-betul melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, diantaranya proaktif turun ke sekolah dan melihat proses-proses belajar mengajar.

Pengawas harus mampu menerapkan tugas mengawasi manajerial sekolah dan para guru. Kebijakan yang diambil terhadap para guru berdasarkan dari pengawas. Maka dari itu pengawas haru turun di sekolah-sekolah karena ingin melihat betul-betul apa yang dilakukan oleh sekolah.

Semua ini memastikan bahwa menjadi kepala sekolah di “zaman now” bukanlah hal yang mudah. Para pejabat yang ditunjuk tak boleh bermimpi menumpuk kekayaan atau menjadikan jabatannya sebagai kuda troya. Kepsek betul betul harus berbuat sesuatu agar mutu sekolahnya meningkat.

Inovasi dan kreativitas tentu menjadi syarat utama. Kepsek harus mampu merangkul para bawahannya, utamanya para guru agar mampu meningkatkan kinerja mereka secara signifikan. Tak boleh lagi ada kongkalikong antarpengelola sekolah. Kepsek harus mampu mengayomi dan memotivasi semua para pihak untuk bekerja sama demi kemajuan sekolah.

Di saat yang sama, pengawas sekolah juga jangan hanya duduk-duduk di kursi empuknya. Pengawasan harus tajam dan fokus. Tantangan pada kepsek pastilah membuka ruang bagi kepsek untuk berinovasi dan kreatif.

Hanya saja, jangan sampai inovasi dan kreativitas yang dibangun sekolah justru membuat susah para peserta didik dan orang tuanya. Inovasi dan kreativitas tak selamanya harus bergantung pada duit yang bisa saja dipungut dari orang tua. Ini tak boleh terjadi. Dan, ini tantangan bagi para kepsek. ***

*Penulis adalah Redaktur Senior Harian Umum Media Alkhairaat (MAL)