Surat Keberatan Diterima Kemenkes, RSUD Poso Tetap Tipe C

oleh
Hasmar Masalindri

POSO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya membatalkan rekomendasi penyesuaian kelas hasil review terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso dari kelas C menjadi kelas D.

Pembatalan tersebut dituangkan dalam surat Nomor: YR.05-0i/III/3787/2019 tanggal 28 Agustus 2019  tentang surat rekomendasi penyesuaian kelas  Rumah Sakit hasil penilaian ulang terhadap 615 rumah sakit, termasuk RSUD Poso.

Direktur RSUD Kabupaten Poso, Hasmar Masalindri, di ruangannya, Jumat (30/08), mengatakan, dengan diterimanya surat keberatan yang dilayangkan pihak RSUD Poso, maka secara otomatis  type kelas C tetap bertahan.

Menurutnya, rekomendasi turun kelas yang sebelumnya diterima sejak 15 Juli 2019 lalu tidak serta merta menjadikan rumah sakit berubah kelas, mengingat setiap RS yang direkomendasi diberikan waktu selama satu bulan untuk meperbaiki kekurangan.

“Jadi sebenarnya tidak ada istilah turun kelas, sebelumnya RSUD Poso hanya direkomendasikan turun kelas. Namun karena kita ajukan sanggahan atau surat keberatan yang disertai bukti tertulis, akhirnya RSUD Poso tetap di kelas C,” ungkap Hasmas.

Menurutnya pada Juli 2019, RSUD Poso masuk dalam daftar 15 RS di Sulteng yang direkomendasikan turun dari type  C ke D oleh Kemenkes RI karena adanya kesalahan dalam penginputan data.

Diakuinya, standar penentuan kelas, setiap RS harus memenuhi beberapa kriteria, seperti kelayakan, sarana prasarana, alat kesehatan (alkes) serta ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jadi untuk penilaian sarana prasarana dan alkes ada dua penilaian, merah dan hijau, RSUD Poso mendapat warna hijau dengan presentase di atas 75 persen. Untuk SDM memang sedikit bermasalah karena hanya 65 persen. Namun setelah diinput dengan baik akhirnya mencapai standar 75 persen,” tambahnya.

Hasmar menjelaskan, semua persyaratan yang diajukan oleh Kemenkes untuk memenuhi type C yang ada di RSUD Poso sudah dikantongi, di antaranya sarana prasarana, alkes yang memadai serta SDM atau tenaga medis seperti tenaga dokter mencapai 22 orang, tenaga apoteker dan farmasi 13 orang.

“Ini semua tidak lepas dari Pemda Poso khususnya Bupati yang terus memberikan support agar terus berusaha berbuat yang terbaik,” jelasnya.

Kata dia, rekomendasi dari Kemenkes tersebut menjadi bahan evaluasi sehingga ke depan pihak RSUD Poso harus meningkatkan segala sesuatunya. (MANSUR)