Sulteng Potensi Kembangkan Industri Furniture

oleh
Eksekutif Secretary Disa Daramantsya (kanan), GM Alain Jhon-Jhon Siwi (tengah) dan Director of Sales Admaji Darmawan. (FOTO: MAL/FAUZI)

PALU – Provinsi Sulteng dinilai memiliki potensi untuk pengembangan industri furniture, karena memiliki kayu lokal unik serta berkualitas, seperti jati yang sangat artistik dijadikan furniture.

Hal ini dikatakan General Manajer (GM) Hotel The Sya Regency Palu, Alain Jhon-Jhon Siwi, saat Cofee Morning “Gebyar Akhir Tahun” bersama media cetak dan daring atau online, Jumat (16/11).

Dia mengatakan, The Sya Regency adalah pelopor hotel dengan konsep modern kontemporer yang mengaplikasikan 80 persen bahan kayu lokal, mulai dari  lobby, ruang meeting, kamar dan fasilitas lainnya.

Jhon menambahkan, lemari,  kursi, tangga, pintu, meja, serta perabot lainnya dari kayu, hampir semuanya menggunakan kayu lokal. Untuk itulah delapan ruangan meeting room ada di hotel ini menggunakan nama-nama kayu seperti Palapi dan lainnya.

“Dan yang terpenting serta perlu diapreasiasi, para pengrajin ini menggunakan kayu limbah. Bila ada pengunjung sangat tertarik dan berminat memiliki meja, kursi, lemari atau lainnya, bisa dibeli,” kata Jhon.

Pihaknya juga telah mengandeng Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kayumalue yang memproduksi furniture tersebut.

“Untuk desainnya tidak perlu khawatir. Desainnya mengikuti zaman dan sangat artistic. Sekali pernah wisatawan dari Taiwan membeli “meja doa” (meja untuk dipakai menyimpan bahan-bahan sesembahan). Dan tidak jarang pengunjung hotel menjadikan tangga dari kayu hitam sebagai latar untuk berswa foto,” imbuhnya. (IKRAM)

loading...