Siklus Lima Tahunan, Golkar Sulteng Gelar Musda X Pekan Depan

oleh
Jalannya konferensi pers terkait persiapan Musda X di Sekretariat DPD Golkar Sulteng, Selasa (18/02). (FOTO: MAL/RIFAY)

PALU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Sulteng kembali akan mengalami siklus kepengurusan. Setelah lima tahun dinahkodai oleh Muh Arus Abdul Karim, kini partai berlambang pohon beringin rimbun itu kembali melakukan penyegaran struktur kepengurusan melalui musyawarah daerah (musda) X yang direncanakan tanggal 23 sampai 25 Februari 2020 mendatang di salah satu hotel di Kota Palu.

Tema Musda X ini adalah “Sukses Konsolidasi, Menang Pilkada 2020 dan Berjaya Pemilu 2024”.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sulteng, Amran Bakir Na’i kepada sejumlah media di Sekretariat DPD Golkar Sulteng, Selasa (18/02), mengatakan, sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak), peserta musda sendiri adalah seluruh pengurus Golkar provinsi dan 13 kabupaten/kota, ditambah organisasi yang mendirikan seperti Kosogoro, SOKSI dan MKGR serta organisasi yang didirikan seperti AMPI, MDI, HWK, AL-HIDAYAH, dan SATKAR ULAMA serta dua organisasi sayap, yakni AMPG dan KPPG.

“Kami juga akan mengundang seluruh anggota DPRD dari Fraksi Golkar sebanyak 63 orang, pimpinan parpol dan forkopimda. Hasil konfirmasi terakhir, Musda akan dihadiri unsur DPP seperti Korwil Muhiddin Said, Ketua Bidang Organisasi, Zulfikar dan juga Ahmad Doli Kurniawan,” sebutnya,

Lebih lanjut dia mengatakan, siapa saja yang ingin mencalonkan sebagai ketua, maka disilahkan, sepanjang sudah memenuhi syarat sebagaimana yang diatur dalam AD/ART Partai.

“Pada prinsipnya, siklus lima tahunan ini tetap dibingkai dalam demokrasi. Namun mekanisme dalam Golkar beda, tidak ada panitia pendftaran. Jadi tidak dibuka pendftaran secara resmi, Kalau ada kader yang memenuhi syarat silahkan,” katanya.

Ketika ditanya mengenai massifnya dukungan dari sejumlah DPD dan organisasi sayap kepada Arus Abdul Karim untuk kembali memimpin Golkar lima tahun ke depan, menurutnya sah-sah saja dan tentu tidak bisa dibendung.

Ia pun mengaku bersyukur karena Musda Golkar Sulteng masih dalam koridor ketentuan DPP yakni selambat-lambatnya 5 Maret 2020.

Sementara Ketua Steering Committee (SC) atau panitia pengarah Musda X Golkar Sulteng, Jemi Hosan, mengatakan, pihaknya juga akan mengundang para bakal calon gubernur, bupati/wali kota yang telah mendaftar di Golkar.

Sesuai jadwal, kata dia, pada tanggal 24 pagi akan berlangsung sidang-sidang komisi dan sore harinya baru dilaksanakan pemilihan ketua.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah merumuskan sejumlah hal yang akan dilakukan dalam rangkaian musda nanti.

“Kita sudah siapkan delapan materi yang terdapat dalam tujuh dokumen, di antaranya adalah buku panduan musda, LPJ, rancangan program umum, rancangan rekomendasi musda, rancangan pernyataan politik, rancangan pemilihan ketua formatur, dan tata cara pemilihan,” urai Jemi.

Terkait adanya besarnya dukungan kepada Arus Abdul Karim, menurutnya juga sah-sah saja. Makanya, kata dia SC sudah menyiapkan tata cara pemilihan, termasuk di dalamnya soal aklamasi.

“Jadi ruang aklamasi itu terbuka. Kalau hanya satu calon yang mendaftar, maka yang dipilih tinggal calon formatur,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Organizing Committee (OC) atau panitia pelaksana Musda, Farid Djafar Nasar mengatakan, Musda ini sudah ditetapkan melalui Rapimda.

“Waktu Rapimda, panitia sudah sampaikan bahwa seluruh peserta sudah menyatakan siap untuk hadir dan menyukseskan musda,” singkatnya.

Konferensi pers kemarin juga dihadiri Ketua OC, Ricky Tutuhatunewa dan panitia lainnya, seperti Andiwan Pahlawan Betalembah, Alamsyah Sunusi, Ketua DPD AMPI Sulteng, Ema Asmawati dan Wakil Ketua OC Refli Maramis. (RIFAY)