Setengah Tiang untuk Bapak Demokrasi Indonesia

oleh

PALU – Presiden Ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie meninggal dunia pada pukul 18.03, Rabu (11/9). Ia meninggal setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat.

Bismillahirohmanirohim saudara-saudara sekalian atas nama yang maha besar kami harus dengan sangat berat mengucapkan bahwa ayah saya BJ habibie presiden ke 3 telah meninggal dunia jam 18.03,” ujar putra bungsu Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Thareq Kemal Habibie, Rabu.

Sebelumnya, semua keluarga BJ Habibie sudah berkumpul di ruang rawat di Paviliun Kartika, RSPAD.

Gubernur Gorontalo sekaligus keponakan BJ Habibie, Rusli Habibie mengatakan, semua keluarga sudah dipanggil, terutama anak-anaknya sudah di ruang rawat BJ Habibie.

“Baik mas Ilham mau pun mas Thareq sudah ada. Juga kakak, adik dari BJ Habibie sudah lengkap. Ponakan- ponakan, anak-anak serta cucu-cucunya sudah di kumpulin tadi sama kami,” katanya kepada wartawan.

Tokoh bangsa kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019. Dalam beberapa tahun terakhir, Habibie memang pernah beberapa kali dirawat di rumah sakit. Dari mulai karena persoalan jantung hingga kelelahan.

“Eyang sampai jumpa di keabadian. Senangnya udah bisa ngelepas kangen sama Eyang Putri,” kata cucu keponakan BJ Habibie, Melanie Soebono, di akun Instagram pribadinya.

Terpisah, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Alkahiraat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya BJ Habibie.

“Tentu pertama kita ucapkan adalah Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Segenap warga Alkhairaat merasa kehilangan sosok presiden seperti Habibie,” ujar Habib kepada MAL, di kediamannya, tadi malam.

Habib mendoakan, agar apa yang sudah dilakukan Habibie menjadi amal jariyah yang diterima Allah Subhana Wata’ala dan diampunkan segala dosa-dosanya.

Habib menyebutkan, Habibie adalah aset bangsa, maka sudah sudah sepatutnya apa yang telah dilakukannya untuk Indonesia tidak hanya sekadar mendapat apresiasi semata, namun juga dilanjutkan.

Habib berharap kepada generasi Alkhairaat di masa kini dan yang akan datang, agar mampu menjadi bagian dari harapan untuk melanjutkan hal-hal besar itu.(FALDI/ROL)