Seruan Perdamaian dari Banggai Laut

oleh
Muh. Tanjung Dg. Pawara

17 April 2019 menjadi momen penting bangsa ini untuk menentukan nasibnya lima tahun ke depan. Tepat di hari Rabu (17/04) nanti, hampir semua elemen masyarakat akan terlibat langsung dalam pesta demokrasi lima tahunan, memilih pemimpin bangsa maupun perwakilannya di lembaga perlemen.

Tak terkecuali di Banggai Laut (Balut). Daerah pemekaran ketiga dari Kabupaten Banggai ini juga menjadi salah satu wilayah penyumbang suara pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) dari tingkat pusat hingga daerah.

Karena itulah, sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, wilayah ini juga tak lepas dari berbagai fenomena dan dinamika politik di tingkatan masyarakatnya.

Fenomena yang dimaksud adalah berseliwerannya isu-isu dan berita bohong (hoax) yang sengaja dihembuskan untuk memperkeruh suasana agar menjadi tidak kondusif.

Situasi Kamtibmas menjadi terganggu, apalagi isu-isu tersebut dibumbui dengan nuansa SARA, guna menjatuhkan lawan politik, atau memang sengaja agar situasi yang sudah terjaga baik selama ini, menjadi tidak aman dan tentram.

Hal ini tentu membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk di dalamnya tokoh politik dan tokoh masyarakat, untuk tampil sebagai peredam suasana, memberikan pelajaran politik yang baik kepada masyarakat, serta bergandeng tangan dengan aparat keamanan di wilayahnya.

Hal inilah yang dilakukan Muh. Tanjung Dg. Pawara. Salah satu tokoh politik di Kabupaten Balut ini, meskipun hanya melalui imbauan, tetapi tetap berusaha agar situasi dan kondusivitas daerah itu tetap terjaga.

“Hal ini (isu hoax dan SARA) tentu tidak bisa dibiarkan karena bisa merusak tatanan kehidupan yang sudah aman dan damai ini. Jangan sampai suasana politik saat ini diperpanas lagi dengan isu-isu atau berita bohong dari segelintir orang,” tegasnya, baru-baru ini.

Untuk itu, dia pun meminta semua elemen masyarakat untuk bahu membahu bersama pihak keamanan, dalam rangka meredam isu-isu yang dimaksud.

Dia berharap kepada semua pihak untuk tidak terpancing dengan hal itu, karena arahnya pasti akan membuat keamanan menjadi terganggu.

“Beda pilihan sah-sah saja, tapi jangan saling menjatuhkan pihak lain dengan isu yang tidak benar, apalagi sudah bernuansa SARA. Mari kita sama-sama menciptakan suasana yang aman, tentram dan damai agar perhelatan demokrasi kita ini berjalan lancar dan sukses sebagaimana yang diharapkan bersama,” tutupnya. (IST)