Sempat Masuk Daftar Turun Kelas, RSUD Madani Bertahan di Tipe C

oleh
Direktur RSUD Madani Sulteng, Nirwansyah Parampasi

PALU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Provinsi Sulteng, resmi dinyatakan tidak masuk dalam daftar RS yang turun kelas dari tipe C ke tipe D oleh Kementerian Kesehatan RI.

Sebelumnya, RSUD Madani Sulteng sempat masuk dalam daftar RS yang direkomendasi Kemenkes RI mengalami penurunan status bersama 15 RS lainnya di Sulteng. Rekomendasi itu tertuang dalam surat Nomor : HK.04.01./1/2963/2019 perihal penyesuaian kelas rumah sakit hasil review, sekitar Juni 2019 lalu.

Direktur RSUD Madani Sulteng, Nirwansyah Parampasi, di ruang kerjanya, Sabtu (31/08) menuturkan, keputusan pertama terhadap RS yang dipimpinnya sangat mengecewakan.

Tetapi dia mengaku optimis bahwa keputusan itu hanya karena terjadi kesalahan sistem saja. Olehnya pihaknya memanfaatkan kebijakan Kemenkes yang membuka ruang kepada RS untuk menyangganya.

“Meski prosesnya sangat sulit karena melalui sistem IT yang melewati prosedur yang panjang, kami berusaha menyangga karena kami optimis keputusan itu keliru. Dan hasilnya, Alhamdulillah keputusan terakhir kami tidak masuk lagi dalam daftar RS yang turun kelas itu,” ucapnya.

Salah satu warga melintas di Gedung RSUD Madani Sulteng, di Kelurahan Mamboro, Kota Palu (FOTO : MAL/YAMIN)

Nirwan menuturkan, kesalahan teknis yang dimaksud adalah pada saat penilaian, ada beberapa dokter di RS tersebut yang tidak terbaca oleh sistem.

“Saya merasa aneh ada dokter A dan B. Dokter A ini sudah ada sebelum gempa, dokter B ini masuk di Madani pascabencana, kok saat diinput, dokter B ada, justru dokter A yang tidak ada. Itu yang membuat turun nilai kami kemarin,” jelasnya.

Nirwan melanjutkan, pada SK sebelumnya, secara nasional terdapat 615 RS yang dinyatakan turun kelas. Kemudian yang menyangga 465 dan pada akhirnya yang divonis turun hanya sebanyak 194 RS.

“Ada surat keputusannya, tapi tidak menyebutkan yang tetap bertahan. Hanya disebutkan di dalamnya yang divonis ada 194 Rumah sakit dan di dalamnya tidak ada Rumah Sakit Madani Sulteng,” terangnya.

Ia pun berterima kasih kepada pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan Kota Palu dan Provinsi Sulteng yang ikut andil dalam mempertahankan status RS Madani hingga tidak turun kelas.

“Padahal waktu apel pasca SK pertama, saya sudah nyatakan kepada seluruh jajaran, jika saya tidak mampu mengembalikan status rumah sakit ini, saya akan mundur. Karena menurut saya ini adalah hal yang memalukan sebagai seorang pemimpin. Tapi Alhamdulillah berkat kerja keras bersama kami mampu mengembalikannya,” tandasnya. (YAMIN)