Satu Lagi Jemaah Haji Sulteng Wafat di Tanah Suci

oleh
Rombongan jemaah haji asal Sulteng saat berada di Terowongan Mina. (FOTO: DOK. KEMENG PARIMO)

MAKKAH – Sulteng kembali berduka, satu jemaah hajinya dikabarkan wafat, Rabu 14 Agustus di Rumah Sakit (RS) Al- Noor Makkah.

“Innalillahi Wainnailaihi Rajiun. Telah berpulangnya ke Rahmatullah H. Amir Salim Marapalu, Jamaah Kloter 10 asal Kabupaten Donggala. Almarhum wafat pada tanggal 14 Agustus 2019  sekira Pukul 21.47 WAS, di RS Al Noor Makkah. Semoga almarhum husnul khatimah,” tulis Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi Haji, Kanwil Kemenag Sulteng, H. Arifin melalui pesan WhatsAppnya, Kamis (15/08).

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi penyebab wafatnya jama’ah asal Kabupaten Donggala itu.

Dengan demikian, Jemaah Calon Haji (JCH) dan Jemaah Haji asal Sulteng yang wafat di tanah suci sudah mencapai lima orang.

Sebelumnya dilaporkan jemaah haji yang wafat di Makkah masing-masing Jamal Haruna Labeddolo (Kota Palu), Sitti Matalatta Beddu (Banggai Laut), Nurbia Melek Tantu (Kota Palu) dan Siti Salma Husein Lamonjong (Banggai Laut).

Dihubungi terpisah, salah satu jemaah asal Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang tergabung dalam Kloter 10 BPN, Mohammad Ahdal, menuturkan, saat ini di wilayah Ka’bah sejak Senin 11 Agustus 2019 dilanda hujan deras, sehingga sempat sedikit menunda pelaksanaan pelontaran jumrah.

“Hujan deras tersebut sempat membuat terowongan menuju lokasi pelontaran ditutup sementara, karena kondisi banjir dan listrik dipadamkan untuk menjaga agar tidak terjadi korsleting,” katanya.

Ia menceritakan, Senin sekira Pukul 16.00 WAS beberapa jemaah yang memilih melontar ditahan oleh petugas haji di pintu tenda Maktab 39 Mina, dengan alasan banjir di area terowongan serta listrik dipadamkan. Jemaah kemudian diminta untuk kembali ke tenda masing-masing.

“Senin sekira pukul 18.55 WAS suasana sudah kembali dinyatakan kondusif, normal serta aman untuk melontar. Para petugas haji akhirnya mengizinkan untuk melontar. Alhamdulilah perjalanan kami melontar menuju terowongan Mina tidak ada kendala, bahkan suasananya sangat sejuk dan nyaman, karena suhu udara tidak lagi panas,” ujarnya.

Sementara itu Ketua kloter BPN-10, Haris Lawisi menambahkan, seluruh jemaah haji Sulteng yang tergabung dalam kloter BPN-10 telah tuntas melaksanakan pelontaran jumrah hari pertama (Aqabah) pada Senin 11 Agustus 2019, sebagai rangkaian ibadah haji setelah Wukuf di Arafah dan Mabit (bermalam) di Musdalifah.

Ia menyebutkan, jemaah kloter 10 yang mengambil nafar awal berjumlah 316 orang, telah kembali ke Makkah sehari lebih awal. Termasuk tiga jema’ah yang dirawat di Rumah Sakit  Arab Saudi telah disafarikan oleh petugas haji Indonesia.

“Sedangkan bagi sebagian Jema’ah yang memilih nafar tsani atau melontar sampai pada tanggal 13 Zulhijjah 1440 akan kembali hari Rabu 14 Agustus 2019 juga berjumlah 135 orang. Semoga semua jemaah haji sehat walafiat selama dalam pelaksanaan proses ibadahnya, serta pulang dengan selamat sampai ke tanah air,” tandasnya. (YAMIN/MAWAN)