Saatnya Guru Tua Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional

oleh
Habib Idrus bin Salim Aljufri

PALU – Pihak DPRD Provinsi Sulteng menyatakan dukungannya atas pengusulan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, sebagai Pahlawan Nasional dari Sulteng.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Alimuddin Paada saat menerima perwakilan Aliansi Masyarakat Sulteng, Rabu (12/06).

Alimuddin menyampaikan, sebagai bentuk dukungan penuh atas pengusulan Pendiri Perguruan Alkhairaat tersebut sebagai pahlawan nasional, maka pihaknya mengagendakan untuk menemui pihak Kementerian Sosial, untuk berkonsultasi.

“Seperti yang kita tahu, sebelumnya kan sudah pernah ada pengusulan serupa untuk Guru Tua namun tidak berhasil. Untuk itu kita coba berkonsultasi dengan pihak Kementerian Sosial, terkait apa saja persyaratan administrasi yang harus dipenuhi,” katanya didampingi anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ismail Yunus.

Selain itu, pihaknya juga akan mengagendakan pertemuan yang melibatkan Aliansi Masyarakat Sulteng, DPRD, Gubernur dan Dinas Sosial untuk mengomunikasikan upaya bersama.

Menurut dia, Guru Tua selama ini telah berkiprah di bidang pendidikan dan agama.  Kehadiran Guru Tua menjadi berkah yang luar biasa untuk masyarakat Sulteng.

“Insya Allah kami akan bergerak juga bersama aliansi,” katanya.

Sementara anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ismail Yunus, menyatakan, sosok Guru Tua dengan dedikasinya membangun dunia pendidikan di Sulteng dan Indonesia Timur, layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Terpisah, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, mengatakan, upaya Pemprov Sulteng sudah cukup maksimal untuk mengusulkan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional, dengan telah mengirim surat resmi ke Presiden melalui Kementerian Sosial. Namun kewenangan tersebut, ada pada pemerintah pusat.

“Jadi kita tinggal menunggu waktu saja untuk bisa terealisasi. Apa harus demontrasi di sana, tidak begitulah, ada aturannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tanfiz PWNU Sulteng, Abdullah Latopada, mengatakan, Guru Tua sudah pantas menjadi pahlawan Nasional.

“Beliau adalah salah satu pelekat pertama di bidang pendidikan agama di Sulteng walaupun sebelumnya ada Datokarama. Tapi bukti sejarah Datokarama tidak meninggalkan bangunan fisik (sekolah madrasah). Kita Indonesia merdeka, beliau (Guru Tua) juga punya andil, terbukti dengan gubahan syair beliau kepada Bung Karno,” katanya.

Selain itu, kata dia, Guru Tua sebagai tokoh pendidik, juga seorang seniman, Banyak syair berbentuk lagu/qasidah yang mengandung pelajaran ataupun nasehat-nasehat.

“Beliau juga adalah seorang demokratis, di mana di Tahun 1955 beliau lewat murid-muridnya ikut dalam Pemilu yang multi partai. Beliau mendistribusikan murid-murid ke berbagai partai, seperti Partai Nahdhatul ulama (NU), Masyumi dan PSII,” tutur mantan Kakanwil Kemenag Sulteng itu.

Dari situlah, kata dia, andil guru tua lewat murid-muridnya seperti Lukman Makmur Zainal Abidin Betalemba sebagai pendiri Sulteng yang sekaligus memindahkan ibu kota Sulteng dari Poso ke Palu.

“Ini menujukkan peran guru tua lewat murid-muridnya. Maka pantaslah beliau menjadi pahlawan nasional. Beliau tidak hanya saja memberikan pendidikan di kelas tapi juga berdakwah lewat ceramah-ceramah di tengah masyarakat baik itu lewat tahlilan, hahal bi halal taupun hari-hari besar Islam. Bahkan saat ini Alhairaat sudah punya radio dan koran dalam rangka syiar Islam,” tutupnya.

Siang kemarin, puluhan masyarakat tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sulawesi Tengah, menggelar aksi simpatik, di bundaran Hasanudin, Rabu (12/06), sebagai bentuk dukungan kepada Guru Tua menjadi pahlawan nasional.

Ustadz Fikri Badjeber dalam orasinya, mengatakan, kecintaan Guru Tua terhadap tanah air dapat terlihat dari beberapa syair kemerdekaan yang ditulis.

“Artinya, Habib Idrus mengakui kemerdekaan Indonesia,” sebutnya.

Fikri juga menepis tudingan usaha tersebut bermuatan kepentingan politik. Tudingan tersebut tambahnya, adalah rasa dengki terhadap aspirasi masyarakat Sulteng.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Sulteng, Alamsyah Palenga menyebutkan, Guru Tua adalah tokoh yang telah banyak membawa jasa kepada ummat.

“Dan melalui momen ini kami mengajak seluruh rakyat Sulteng untuk bisa mendukung. Guru Tua harus kita jadikan tokoh yang mempersatukan, Guru Tua adalah inspirasi,” pungkasnya.  (NANANG IP/YAMIN/IKRAM/RIFAY)