Rusman Ramli: Sistem Keamanan Data Pemilu Penting Ditingkatkan

oleh
Rusman Ramli

PALU – Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulteng, Rusman Ramli berharap, penyelenggaran Pemilu, dalam hal ini KPU, bisa menjaga keakuratan data agar tidak mudah diretas oleh hacker.

Baginya, hal itu penting dilakukan, mengingat banyaknya isu-isu yang menyatakan tidak amannya data KPU, sebagaimana yang dihembuskan pada Pemilu 2014 silam.

“Memang itu isu nasional sesuai dengan kasus 2014 bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan yang bersifat teknis yang sesungguhnya dapat berpengaruh dengan kredibilitas KPU dalam menyajikan data dan fakta,” katanya, Rabu (13/03).

Olehnya, kata dia, peningkatan sistem keamanan data di KPU, termasuk di Sulteng, penting dilakukan, baik dari sisi pengelola data yang berisi orang-orang yang kredibel dan amanah menjaga suara rakyat dan mengetahui tanggung jawabnya. Di sisi lain, kata dia, perlu antisipasi dengan melakukan back up data.

“Karena salah satu bagian dalam menghadirkan pemilu yang bersih dan jujur adalah adanya data yang akurat dan transparan serta tidak menimbulkan kecurigaan,” terangnya.

Anggota DPRD Kota Palu itu menambahkan, di Sulteng sendiri, sejak awal di proses coklit, DPT hingga DPTb, hampir seluruh parpol senantiasa memberikan informasi kepada KPU, misalnya jika ada data-data pemilih yang tidak sinkron dari DP4 Dukcapil.

“Kita menyampaikan bahwa seluruh hal yang dilakukan KPU di era teknologi informasi ini sekarang harus terpantau dengan jelas. Insya Allah, jika data yang muncul, sepanjang masih bisa diakses dengan baik, maka kita masih bisa mengawasinya secara bersama,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada elemen masyarakat untuk menghadirkan pemilu yang bersih dan berkualitas, tentunya dengan menghadirkan data yang kompatibel.

“Kita sebagai orang yang berkompetisi pada Pemilu yang akan datang juga perlu menjaga amanah suara dari rakyat,” terangnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah dalam menghadapi proses hasil dari pemilu nanti, sehingga kita bisa jadikan data pembanding dengan data KPU.

“Sehingga kita bisa menjelaskan sumber perolehannya dari mana. Nah kalau misalnya bicara TPS, C1, C1 Plano, kita bisa mempunyai pembanding yang banyak, tidak hanya dari saksi parpol tetapi juga pengawas dan beberapa elemen masyarakat yang sudah membentuk komuntas-komunitas untuk menjaga suara di seluruh TPS,” terangnya.

PKS, kata dia, dalam waktu dekat sudah mulai melakukan rapat koordinasi untuk persiapan pemilu dan saksi-saksi di TPS seluruh Sulteng. (RIFAY)