Rumah Pintar Pemilu KPU Balut Diresmikan

oleh
Anggota KPU Sulteng, Sahran Raden menggunting pita pertanda resminya RPP KPU Kabupaten Balut, Rabu (06/06). (FOTO: IST)

BALUT – Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden, meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Banggai Laut (Balut), Rabu (06/06). Kegiatan ini dihadiri Bupati Balut yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Ramli Najir, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Balut, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bangkep, Panwaslu Balut, Parpol, dan tokoh masyarakat.

‌Ketua KPU Banggai Laut, Syarif Uda’a, mengatakan Rumah Pintar Pemilu ini merupakan program KPU Balut yang masuk dalam DIPA tahun anggaran 2018. RPP diharapkan menjadi sarana edukasi masyarakat Balut untuk mengetahui sejarah Pemilu dan informasi kepemiluan.

Sementara Anggota KPU Provinsi Sulteng periode 2018-2023, Sahran Raden, mengatakan, RPP Balut adalah yang kesepuluh diresmikan KPU Provinsi Sulteng dalam kurun waktu 2016-2018.

“Rumah Pintar Pemilu merupakan konsep yang penting dan strategis dalam menjawab  kebutuhan pemilih dan masyarakat umum, dimana Rumah Pintar Pemilu memiliki peran strategis sebagai sarana mengendukasi nilai-nilai demokrasi dan pemilu,” katanya.

Ketua KPU Provinsi Sulteng periode 2013-2018 itu berharap, RPP di Balut dapat membentuk karakter perilaku generasi bangsa, terutama pada segmen pemilih pemula yang mampu menterjemahkan nilai-nilai demokrasi secara universal dan nilai-nilai budaya lokal masyarakat Balut.

Kedepan, lanjut mantan Ketua GP Ansor Sulteng itu, RPP dapat dikembangkan menjadi Museum Pemilu oleh KPU Balut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

“Museum Pemilu merupakan impian kita, sebab disana berisi seluruh informasi, fakta dan pengetahuan pemilu yang dapat disinergikan dengan sejarah kebudayaan masyarakat Banggai Laut,” ujarnya.

 

Daerah Banggai Laut, menurutnya, dikenal berada dalam kekuasaan Kerajaan Banggai yang selalu berdampingan dengan baik bersama raja-raja nusantara. Salah satu raja yang dipilih secara demokratis adalah raja di Kerajaan Banggai, sebab dia tidak mengenal putra mahkota, tetapi mekanismenya dipilih melalui musyawarah yang dikenal dengan musyawarah Basalo Sangkap.

“Nah nilai dan bentuk ini yang terus dijaga atas harmoni pembangunan politik dan demokrasi di Kabupaten Banggai Laut. Generasi berikutnya akan terus memelihara tradisi demokrasi ini, bermusyawarah secara damai,” tambahnya.

Terlebih dari itu, kata dia, ‌kehadiran RPP di Kabupaten Balut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu tahun 2019, baik secara kualitas maupun kuantitas.

“Sebab fakta Pilkada tahun 2015, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Banggai Laut mencapai 85 persen. Artinya bahwa kesadaran masyarakat Banggai Laut terhadap memilih di saat pemilu sangatlah tinggi,” tutupnya. (RIFAY)

loading...