OLEH : HS Ali Bin Muhammad Aldjufri* Mulutmu harimaumu. Pepatah ini mengingatkan kita agar lebih hati-hati dalam berucap dan mengeluarkan pernyataan. Bahwa sumber dari segala bencana di dunia ini bukan

OLEH : H Mochsen Alaydrus Ali Bin Abi Thalib   ra . pernah berkata, ”Andai tidak ada lima perkara, seluruh manusia tentu menjadi orang-orang shalih. Pertama: Merasa puas dengan kebodohan. Kedua:

OLEH : Habib Alwi Aljufri* Apa pun yang terjadi di dunia dan yang menimpa diri manusia, sebagai orang beriman diyakini bahwa ini  pasti telah digariskan oleh Allah Yang Mahakuasa dan

OLEH : HS Shaleh Bin Muhammad Aldjufri* Di zaman   Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam,  ada dua orang sama-sama masuk Islam. Salah satunya lebih semangat beramal dibandingkan temannya. Orang yang lebih

OLEH : HS Saggaf Bin Muhammad Aldjufri* “RasulullahSAW  bersabda: “Akan merasakan manisnya iman, orang yang ridha Allah SWT sebagai Tuhannya, Islam sebagai Agamanya dan Muhammad sebagai Rasulnya.” (HR Muslim) Manusia

OLEH : HS Shaleh Bin Muhammad Aldjufri*  Sesungguhnya menjaga kehormatan ulama, mentaati dan memuliakan mereka adalah kebutuhan manusia.  Tanpa ulama, manusia akan hidup tanpa bimbingan dan arahan yang pada akhirnya

OLEH : Habib Ali Bin Muhammad Aljufri* Orang yang mulia adalah mereka yang memiliki tekad yang kuat. Memiliki kecemburuan, semangat, dan gairah untuk kebaikan terhadap diri sendiri dan orang lain.

OLEH : Habib Alwi Aljufri* KITA semua adalah pemburu barokah. Kita selalu saja memohon barokah. Kita selalu ingin bersama dengan sumber keberkahan, bersama dengan orang yang dengannya kita bisa mendapatkan

OLEH : H Mochsen Alaydrus Untuk mencoba sedikit  merenung dan berpikir siapakah orang yang paling berjasa dalam hidup kita setelah kedua orang tua kita? Jawabannya pastilah Guru. Guru ibarat pelita

Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan

SENYUM merupakan tanda awal ketulusan hati yang lebih berharga dari sebuah hadiah. Tersenyum bisa menghadirkan energi positif bagi diri sendiri dan orang lain. Tentu saja senyum yang dimaksud ialah senyum