Ribuan Surat Suara di Palu dan Sigi Rusak

oleh
Kotak suara Pemilu yang sedang dan telah selesai dirakit siap didistribusikan oleh KPU Sigi ke kecamatan. (FOTO: MAL/HADY)

PALU – KPU Kota Palu dan Sigi mencatat ribuan lembar kertas surat suara Pemilu yang rusak, setelah dilakukan sortir dan peliapatan.

Jumlah surat suara yang rusak tersebut, masing-masing untuk Kabupaten Sigi Kota Palu sebanyak 2.415 dan Kabupaten Sigi sebanyak 2.677 lembar.

Ketua KPU Kota Palu Agus Salim Wahid

Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid kepada MAL, Senin (08/04) merincikan, surat suara untuk Pilpres yang rusak sebanyak 263 lembar. Jumlah ini adalah bagian dari total kebutuhan surat suara Pilpres sebanyak 218.784 lembar.

“Jadi masih tetap mencukupi meskipun ada yang rusak,” katanya.

Kemudian surat suara untuk Calon DPD, yang rusak sebanyak 281. Sementara kebutuhannya sebanyak 218.784, sehingga masih tetap mencukupi.

Selanjutnya surat suara untuk DPR RI, dari kebutuhan 218.784 lembar, yang rusak hanya 436 lembat dan sudah mencukupi.

Surat suara untuk DPRD Provinsi Sulteng, dari kebutuhan 218.784, sebanyak 810 lembar yang rusak.

“Khusus untuk surat suara DPRD provinsi ini masih kekurangan sehingga masih diklaim agar bisa diganti. Jadi masih kurang 5.630 lembar sudah termasuk yang rusak,” katanya.

Kemudian khusus untuk surat suara DPRD Kota Palu, jumlah surat suara yang rusak di dapil 1 sebanyak 146 lembar dan masih tetap mencukupi. Selanjutnya untuk dapil 2, dari kebutuhan sebanyak 28.253, yang rusak hanya 136 lembar dan tetap mencukupi.

“Di dapil 3 yang masih kurang sejak pengiriman. Dari kebutuhan 71.273. yang mesti ditambah harus sebanyak 710 lembar, sudah termasuk 292 yang rusak,” katanya.

Sementara dapil 4, dari total 49.590 lembar yang tersedia, yang rusak hanya 51 lembar sehingga masih tetap cukup.

Menurutnya, kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari hasil cetak yang tidak merata, permukaan hasil cetak kabur, kusut/mengkerut, sobek bagian pinggir, terdapat bercak atau noda besar dan tidak ada kolom tanda tangan Ketua KPPS.

“Kekurangan tersebut kita laporkan ke KPU Sulteng, kemudian diteruskan lagi ke KPU RI agar seluruh kekurangannya itu segera dikirim kembali,” pungkasnya.

Di bagian lain, KPU Kabupaten Sigi juga sudah menyelesaikan pelipatan surat suara.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Logistik KPU Sigi, Masdar mengatakan, total surat suara yang rusak sebanyak 2.677, namun tidak mengurangi kebutuhan jumlah surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Yang banyak rusak itu surat suara untuk DPRD provinsi, namun kerusakan itu telah dilaporkan semuanya ke pusat,” kata Masdar.

Saat ini lanjut dia, hampir seluruh kotak suara tersebut telah selesai dirakit, bahkan sudah ada ratusan kotak suara yang sudah lengkap dan siap diantar ke kecamatan.

“Sesuai jadwal kita pada tanggal 11 nanti seluruh atribut yang dibutuhkan dalam TPS sudah terkirim, dan untuk wilayah yang jauh seperti Kecamatan Pipikoro menjadi prioritas untuk pengantaran awal dengan pengawalan aparat keamanan,” ujar Masdar.

Sementara Komisioner KPU Sigi, Hairil, mengatakan, sejak dilakukan sortir sampai akhir pelipatan, ada sejumlah surat suara yang mengalami kerusakan, seperti sobek, bernoda, warna tidak merata, terdapat bercak tinta serta ada l

ambang Parpol yang tidak sesuai. (HADY/FALDI)