Residivis Curanmor Dihadiai Timah Panas

oleh
pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan dihadiahi timah panas. (IST)

MORUT- Tim Buru Sergap (Buser) Polres Morowali Utara kembali melakukan penangkapan kepada seorang residivis  pelaku pencurian kendaraan bermotor, JM (44) dengan menghadiainya timah panas.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan polisi pada 23 Maret 2020. Kemudian, 09 Oktober 2020 ditindak lanjuti oleh Tim Buser Polres. Dari laporan tersebut Tim akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku tindak pidana curanmor.

Kapolres Morowali Utara AKBP Bagus Setiyawan melalui rilisnya Kamis (15/10), menceritakan penangkapan pelaku curanmor penangkapan di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Morowali Utara, Iptu Lasida. Di mana setelah mendapat informasi terkait keberadaan pelaku, Tim Buser Polres Morut langsung turun ke lapangan melakukan penyidikan.

“Setelah mendapat informasi tentang keberadaan pelaku Tim langsung bergerak ke TKP. Untuk TKP 1 di RSUD Kolonodale R2 jenis motor Honda Sonic TKP 2 di RSUD jenis motor Jupiter Z TKP 3 juga di RSUD Kolonodale motor Mio M3 TKP 4 di Desa Korowou jenis motor Mio M3 dan untuk TKP 5 di Desa Kuku Kabupaten Poso, jenis motor Mio M3 dan akhirnya pelaku dapat diamankan oleh tim,” ujarnya.

Menurut Bagus dalam setiap melakukan aksinya, pelaku menggunakan sebuah kunci khusus berbentul Letter “L” yang dibuat sendiri oleh pelaku disebuah bengkel di Kolonodale.

Awalnya pelaku membobol kunci sepeda motor yang terparkir dalam keadaan terkunci setang, dengan menggunakan kunci khusus tersebut. Kemudian pelaku menghidupkan mesin sepeda motor dengan cara menyambungkan langsung kabel bodi/kontak sepeda motor tersebut, dan lalu dibawa dan dijual ke wilayah Poso. Hasil penjualan sepeda motor tersebut digunakan pelaku untuk membeli narkoba.

Ditambahkan Bagus, pelaku adalah seorang residivis kasus curanmor berinisial JM (44), dan baru selesai menjalai hukuman di rutan Kolonodale pada Desember 2019.

Untuk dua unit sepeda motor sudah berhasil diamankan. Motor tersebut ditemukan disembunyikan tidak jauh dari RSUD Kolonodale, karena belum sempat dibawa oleh pelaku dan sudah diserahkan kepada pemiliknya masing-masing.

“Pelaku adalah seorang residivis kasus curanmor yang baru selesai menjalai hukuman di rutan Kolonodale pada bulan Desember 2019 lalu. dan untuk motor yang ditemukan oleh tim semua sudah dikembalikan kepada pemiliknya masing-masing,” katanya.

Lebih jauh Bagus mengatakan untuk perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-3, JO pasal 65 KUHP, dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Untuk tersangka dijerat dengan pasal 363  ayat (1) dengan ancaman hukuman  7 penjara,”tutupnya.

Reporter: Harits
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha