Rampas Kamera Wartawan, Polisi Hapus Isi Rekaman

oleh
Jurnalis TVRI Sulteng Riyan didampingi Korda TVRI Sulteng tengah menceritakan kronologis kejadian perampasan alat kerjanya dibid Propam Polda Sulteng, Rabu (20/9). (FOTO : MAL/FALDI)

PALU – Kamera jurnalis TVRI Sulteng, Rian Saputra dirampas seorang oknum polisi, saat meliput jalannya aksi mahasiswa menolak RUU KUHP, di Jalan Raden Saleh, Rabu (25/09). Gambar dalam kamera dihapus oleh oknum tersebut, lalu kamera dikembalikan kepada Rian.

Menyikapi itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu bersama sejumlah jurnalis berbagai media di Kota Palu langsung melaporkan tindakan anggota polisi tersebut ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng

“Rian dihalang-halangi saat merekam pembubaran aksi oleh polisi. Kamera Rian juga dirampas bahkan video hasil rekamannya dihapus oleh oknum polisi. Setelah menghapus rekaman polisi lalu mengembalikan kamera milik Rian,” tulis Sekretaris IJTI Sulteng Heri Susanto.

Ketua AJI Palu, Mohammad Ikbal, menilai, peristiwa itu sebagai intimidasi terhadap kerja jurnalis.

“Secara pribadi teman-teman wartawan memaafkan, tapi ini tidak bisa dibiarkan. Kalau ada tindakan kejahatan yang selesai dengan kata maaf, mungkin tidak ada isinya penjara,” Ketua Ikbal.

Sementara Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, turut mengecam tindakan represif yang dilakukan oknum aparat kepada jurnalis TVRI Sulteng itu.

Sekretaris PFI Palu, M Taufan SP Bustan menjelaskan, jurnalis mendapat perlindungan hukum selama menjalankan tugasnya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Oleh karena itu PFI Palu mengecam aksi ini. Dan secara kelembagaan kami mendesak Kapolda Sulteng untuk menindak tegas oknum aparat tersebut,” tegasnya.

Menurut Jurnalis Media Indonesia itu, PFI Palu menerima laporan bahwa Rian mendapat perlakukan yang tidak sepatutnya dilakukan oknum Polri.

Di mana, saat melakukan peliputan sekitar pukul 16.00 WITA di Jalan Raden Saleh, Rian dihalang-halangi saat merekam pembubaran aksi mahasiswa oleh polisi.

Tidak hanya itu, kamera Rian juga dirampas bahkan video hasil rekamannya dihapus oleh oknum polisi yang diduga bertugas di Polres Palu tersebut.

“Tindakan ini bisa dipidanakan,” tandas Taufan.

Kapolres Palu AKBP Mujianto bersama pimpinan Stasiun TVRI Sulteng sedang membahas masalah ini bersama organisasi profesi, AJI Kota Palu dan IJTI Sulawesi Tengah di Mapolda Sulawesi Tengah.

Jurnalis TVRI Sulteng, Rian Saputra, mengatakan kejadian itu berlangsung saat dirinya sedang merekam aksi demo. Saat itu, ia tiba-tiba diminta oleh polisi berpakaian preman untuk menghapus rekamannya.

“Pokoknya kamera saya langsung dirampas dari arah belakang saat merekam pengejaran aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang ikut serta dalam demonstrasi. Habis merampas, polisi itu langsung melanjutkan pengejaran kepada mahasiswa,” kata Rian. (FALDI)