Raih Kursi Ketiga, Hamsir Kandas Gara-Gara Money Politics

oleh
Divisi Hukum KPU Kota Palu, Nurbia

PALU – Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Palu dari Partai Hanura, Hamsir yang kembali terpilih pada Pileg baru-baru ini, tidak ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPRD Kota Palu periode 2019-2024 mendatang.

Sedianya, politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) II (Kecamatan Palu Utara-Tawaeli) itu meriah kursi ketiga dengan total suara sah dari Partai Hanura sebesar 2.681. Sementara suara pribadinya sebanyak 1.201.

Namun suara dan posisi kursi yang diperolehnya, batal dijabat karena dirinya terbukti melakukan pelanggaran Pemilu.

Kursi yang diraihnya akhirnya digantikan oleh peraih suara terbanyak kedua dari partai yang sama, yakni Ketua PAC Hanura Palu Utara, Narwis yang hanya mendulang 656 suara.

Hamsir batal ditetapkan karena terbukti melakukan money politics atau politik uang saat masa kampanye berlangsung. Akibat pelanggaran itu, Pengadilan Negeri (PN) Palu melalui putusan Nomor: 214/Pid.B/2019/PN Pal menjatuhkan vonis pidana penjara selama 2 bulan dan denda Rp5 juta.

“Proses awalnya kita terima putusan dari Pengadilan Tinggi. Kemudian kita klarifikasi ke Pengadilan Negeri dan membenarkan adanya putusan inkra tersebut bahwa saudara Hamsir terbukti telah melakukan kegiatan membagi-bagikan uang atau meteri lainnya di minggu tenang,” kata Divisi Hukum KPU Kota Palu, Nurbia, di sela Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Calon Terpilih Anggota DPRD Kota Palu, di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (12/08) malam.

Lanjut dia, jika merujuk ke undang-undang, apabila terdapat calon terpilih yang terbukti berdasarkan keputusan tetap dari pengadilan, maka mekanismenya harus diganti dengan calon nomor urut berikutnya.

“Kita juga sudah lakukan konsultasi secara berjenjang, mulai dari KPU provinsi sampai KPU RI. Sesuai petunjuk atau arahan dari KPU provinsi dan KPU RI, maka saudara Hamsir tidak dapat ditetapkan,” jelasnya.

Nurbia mengaku, satu hari sebelum penetapan, pihaknya telah melakukan rapat pleno tertutup dan lima komisioner sepakat menetapkan Narwis sebagai pengganti Hamsir berdasarkan langkah-langkah yang sudah dilakukan sebelumnya.

Diketahui, rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid telah menetapkan 35 caleg terpilih, masing-masing dari Dapil I (Kecamatan Mantikulore-Palu Timur) atas nama Tompa Yotokodi (Gerindra), Farden Saino (Golkar), Rudi Permesta Mustaqim (NasDem), Rusman Ramli (PKS), Abdul Fatah (PDIP) yang menggantikan Josias karena meninggal dunia. Kemudian, H. Nanang (PKB), Irsan Satriya (Hanura), Muliady (PAN), Moh. Syarif (Gerindra), Zainal (Demokrat) dan Erman Lakuana (Golkar).

Selanjutnya Dapil II (Kecamatan Palu Utara-Tawaeli) atas nama Anwar Lanasi (Gerindra), Mutmaina Korona (NasDem), Ulfiani (PKS), dan Narwis (Hanura).

Kemdian Dapil III (Kecamatan Palu Selatan-Tatanga) atas nama Andris (PKB), Armin (Gerindra), Mohamad Ikhsan (Gerindra), Joppi Alvi Kekung (PDIP), Nendra Kusuma Putra (Golkar), Ishak Cae (Golkar), Mohamad Imam Darmawan (NasDem), Sucipto (PKS), Marselinus (Perindo), Ratna Mayasari Agan (PAN), Ridwan (Hanura), Rezki Hardianti Ramadani (Demokrat).

Sementara dari Dapil IV (Kecamatan Palu Barat-Ulujadi) atas nama Moh.Nasir Dg. Gani (PKB), Astam Abdullah (Gerindra), Ahmad Alaydrus (PDIP), Ahmad Umaiyer (Golkar), Muslimun (NasDem), Rizal (PKS), Muchsin Ali (Hanura) dan Abdullah Nasar Al’Amri (Demokrat). (YAMIN/MELDA)