Pulihkan Ekonomi, 100 Warung Wakaf Hadir di Palu

oleh
GWC Dio Alif dan Kepala Perwakilan ACT Sulteng Nany Loulembah ssat Konferensi pers di Sekret AJI Palu, Kamis, (14/2), Foto ;IKRAM/MAL

PALU- Guna memberdayakan ekonomi umat, Global Wakaf dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan membangun Wakaf Distribusion Center (WDC) di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

WDC akan menyuplai kebutuhan barang ritel wakaf dan warung wakaf yang akan turut dibangun kurang lebih 100 di tempat-tempat strategis di Kota Palu, tahun 2019.

Untuk mendirikan satu Wakaf Distribution Center (WDC) dibutuhkan wakaf yang nilainya Rp22 miliar, ritel wakaf  Rp500 juta dan warung wakaf Rp110 juta yang kesemuanya bisa dilakukan satu orang, kooperate, komunitas atau yayasan.

Global Wakaf Corporate (GWC), Dio Alif, Kamis (14/02), mengatakan, GWC khusus mengelola dana wakaf agar tersalurkan dengan baik kepada penerima manfaat. GWC juga telah terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Dalam hal ini, kata dia, ACT dan GWC akan bekerjasama dengan perusahaan consumer good PT. Hydro Petrolindo.

Konsep ini kata dia, mengembangkan kembali wakaf, sebagaimana yang dicontohkan sahabat Rasul, Utsman bin Affan yang mewakafkan sumur dan Umar bin Khatab kebun kurmanya.

“Dan sampai saat ini, manfaatnya dirasakan oleh semua masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Nantinya, kata dia, ritel wakaf tersebut dapat ditempatkan di pesantren, sekolah-sekolah Islam atau masjid yang berpotensi mendapatkan penjualan.

Sehingga kata dia, 70 persen keuntunganya akan disalurkan kepada penerima manfaat, sedangkan 30 persennya akan dikelola kembali GWC, untuk membuat warung wakaf dan kegiatan social lainnya.

“Konsep warung wakaf sendiri akan dibuat bangunan selter atau semi permanen,” katanya.

Leader Region 2 ACT, Syahrul, mengatakan, wakaf sendiri adalah salah satu peradaban Islam yang hilang. Dan sudah terbukti dalam beberapa zaman sebagai solusi ekonomi umat.

Semoga kata dia, dengan kehadiran WDC ini, bisa memicu semua potensi kebaikan ada di Kota Palu.

Kepala perwakilan ACT Sulteng, Nani Loulembah mengatakan, selain kegiatan sosial ada  ekonomi produktif seperti global wakaf, global zakat dan global qurban semuanya akan diduplikasikan di Sulteng. (IKRAM)