PT. SJA Teken MoU Plasma dengan Desa Singkona

oleh
Suasana penandatanganan MoU pengoperasian kebun plasma antara PT. SJA dengan Koperasi Fajar Sinar Palande dan Pemerintah Desa Singkona, Kecamatan Pamona Tenggara, di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (28/08). (FOTO: IST)

PALU – Pihak PT. Sawit Jaya Abadi (SJA) kembali menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman pembangunan serta pengoperasian kebun plasma bersama pihak Koperasi Fajar Sinar Plande Desa Singkona, Kecamatan Pamona Tenggara, di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (28/08), di hadapan notaris Yohanes Yabes.

Pihak PT. SJA sendiri diwakili CD Area Manager (CDAM), Agung Senoaji dan Administrator PT. SJA, Unari Samidi. Sementara pihak Koperasi Fajar Sinar Palande dilakukan oleh ketuanya, Hengki Paeri, kemudian Kades Singkona, Soni Mokale, Camat Pamona Tenggara MD. Wololi serta  Ketua Badan Pengawas Koperasi, Elias Wawonugi.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, CDO PT. SJA Jhon Taruli Tua Gultom, KTU SJA Azis dan Legal Area Celebes, Oka Arimbawa.

Administrator PT. SJA, Unari Samidi, mengatakan, MoU merupakan yang ke enam, di mana  sebelumnya juga dilakukan antara PT. SJA dengan Desa Tiu, Petiro, Matialemba dan Olumokunde, Kecamatan Pamona Timur serta Desa Salindu Kecamatan Pamona Tenggara.

Menurutnya  berdasarkan luas lahan yang masuk dalam konsesi lahan Desa Singkona, maka masyarakat berhak atas lahan konsesi seluas 155 hektar.

“Selain merupakan amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 tahun 2007, MoU plasma yang kita lakukan ini juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mengembalikan lahan konsesi seluas 20 persen kepada masyarakat di area lingkar perusahaan,” ungkap Unari.

Terkait itu, kata dia, ada kriteria yang harus dipenuhi masyarakat, di antaranya harus mengembalikan biaya produksi perusahaan dengan cara mengangsur atau cicil, mengingat kebun plasma akan dikelola secara sistem operator oleh pihak perusahaan.

Meski MoU baru dilakukan, lanjut dia, namun hak masyarakat dari kebun plasma sudah dihitung sejak kebun sawit berproduksi pada Januari tahun 2019 lalu.

“Jika dihitung-hitung, besar materi yang menjadi hak masyarakat hingga saat ini sebesar Rp524,365 juta. Ini akan kita selesaikan dalam waktu dekat, maksimal 45 hari setelah penandatanganan MoU,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa  Singkona, Soni Mokale,  mengapresiasi komitmen PT. SJA bersama Koperasi Fajar Sinar Palande dan pemerintah desa setempat.

Diakuinya, penandatanganan MoU merupakan bentuk komitmen dari pihak PT. SJA untuk ikut menyejahterakan petani sawit yang ada di wilayah Kecamatan Pamona Timur dan Tenggara.

“Selama itu dapat memajukan wilayah dan meningkatkan perekonomian masyarakat, maka kami tentu akan memberikan dukungan yang positif,” tambah Soni.

Hal senada juga disampaikan Camat Pamona Tenggara, MD. Wololi. Kata dia, langkah yang dilakukan PT. SJA merupakan wujud kemitraan yang pada hakekatnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dia berharap, dengan adanya MoU pengoperasian kebun plasma tersebut, maka seluruh petani sawit yang ada di Kecamatan Pamona Tenggara, khususnya di Desa Singkona semakin sejahterah. (MANSUR)