Prof Zainal : Kerukunan Bukan Hanya di Ruang Seminar

oleh
Ketua FKUB Sulteng, Prof.Zainal Abidin saat menjadi narasumber, Foto : Ist

PALU- Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah Zainal Abidin mengatakan, membangun kerukunan antar umat hendaknya dilakukan secara
optimal, bukan hanya dalam ruang-ruang seminar, bukan sebatas
diskusi para tokoh agama.

“Tetapi yang terpenting adalah
menanamkan kesadaran dan penghayatan tentang lima sikap yang
telah diuraikan pada umat secara luas, terutama mereka dari
kalangan awam, yang spirit keagamaannya lebih tinggi dari
pemahamannya tentang ajaran agama itu sendiri,” ujarnya saat Launching Desa Sadar Kerukunan, di Poso, Kamis (5/9).

Menurutnya, konflik bernuansa agama umumnya bermula dari lapisan bawah,
dari masyarakat awam. Sangat jarang terjadipada level atas, kalangan tokoh agama/elit, kecuali bila disusupi dengan kepentingan politis.

Dia mengatakan, lembaga pendidikan, majelis- majelis keagamaan, komunitas
kepemudaan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh
pemuda, dan pemerintah, secara bersama-sama saling mendukung untuk menanamkan kerukunan umat beragama, menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling percaya, saling memahami, moderasi beragama, kesadaran global.

Ia memaparkan, Kerukunan terwujud justru melalui pengakuan dan penghargaan terhadap
wujudnya perbedaan, sehingga tidak
melahirkan sikap merasa benar sendiri.

Selanjutnya, mencari titik temu yang dapat
menyatukan perbedaan tersebut dalam
merajuk kehidupan bersama secara harmonis.

“Untuk membangun komunikasi dan kerukunan lintas agama semestinya aspek- aspek persamaan inilah yang perlu dikedepankan bukannya menggali perbedaan yang memang sudah pasti ada,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, memupuk rasa salingpercaya satu sama
lain merupakan salah satu kunci untuk membangun
hubungan yang sehat antar penganut lintas agama. (Ikram)