Polres Sigi Waspadai Pergerakan Teroris

oleh
AKBP Wawan Sumantri. (FOTO IST)

PALU – Pihak Polres Sigi telah membagi potensi kerawanan dalam rangka pengamanan Pilkada serentak Tahun 2020 mendatang, di daerah tersebut. Tiga potensi yang dimaksud adalah rawan politis, rawan kriminalitas dan rawan geografis.

Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, kepada MAL, Jumat (04/10), menjelaskan, terkait  kerawanan politis, pihaknya masih menunggu siapa-siapa saja yang nantinya akan maju sebagai calon.

“Setelah itu baru kami bisa menentukan pola seperti apa yang akan digunakan dalam PAM TPS nantinya,” terangnya.

Sedangkan kerawanan geografis, menurutnya, terkait wilayah-wilayah yang jaraknya sangat jauh, seperti Pipikoro dan Kulawi. Belum lagi, lanjut Wawan, kondisi jalan ke daerah-daerah seperti Kulawi dan Lindu juga harus diantisipasi.

“Ya kalau rawan kriminalitas, contoh jauh seperti Lembantongoa Pangkal Api, situ kan ada teroris di situ,” ujar Wawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, hal-hal lain yang menjadi perhatian pihaknya adalah perkelahian antar desa serta hal lain yang dapat mengganggu di hari voting day.

Menurutnya, pola-pola semacam itu telah dilakukannya pada pesta demokrasi April 2019 lalu. Namun untuk Pilkada nanti, kata dia, pihaknya belum bisa menentukan apakah pola tersebut akan kembali diterapkan atau ada perubahan.

“Sebab hal-hal semacam itu begitu dinamis,” katanya.

Terkait anggaran pengamanan, Wawan mengaku  belum mendapat laporan.

“Kalau anggaran kita belum, yang sudah itu baru KPU dan Bawaslu, katanya sudah ya,” tandasnya.

Terpisah, Ketua KPU Sigi, Hairil mengatakan, berbicara kerawanan, maka berdasarkan pengalaman Pemilu lalu, memang sedikit ditemui, misalnya terkait potensi masalah data pemilih dan pencalonan.

Hairil

“Tapi sejauh ini memang kita belum bisa prediksi, tapi di mana-mana itu pastilah ada kerawanan yang terjadi dan Insya Allah bisa dilewati nantinya,” ujarnya.

Lebih lanjut Hairil mengatakan, pihaknya baru saja menandatangi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) angaran Pilkada serentak 2020 dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi. Dari anggaran yang diajukan sebesar Rp44 miliar, yang disetujui oleh Pemkab sebesar Rp30 miliar.

“Rp30 miliar itu estimasi enam pasangan calon, masing-masing empat pasang untuk calon dari partai politik dan dua pasangan untuk calon perseorangan,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini memang sudah mulai tahapan persiapan untuk Pilkada serentak, termasuk di dalamnya adalah pengajuan anggaran dan penandatanganan NPHD.

“Setelah ini, kami sedang menyiapkan administrasi yang dibutuhkan sekaitan dengan register dana hibah, setelah itu baru kami melakukan pembukaan rekening,” tambahnya.

Setelah itu, lanjut dia, maka sesuai dengan PKPU Nomor 15, maka tanggal 26 Oktober 2019, pihaknya akan melakukan penetapan minimal dukungan untuk calon peseorangan.

“Kalau untuk perekrutan tenaga adhoc (PPK dan PPS) akan dilakukan pada bulan Januari,” tutup Hairil. (RIFAY/FALDI)