Polres Poso Ringkus Empat Pengedar Upal Lintas Provinsi

oleh
Kasat Reskrim Polres Poso, AKP. Aji R. Nugroho, saat menyampaikan keterangan mengenai penangkapan pelaku pembuat dan pengedar uang palsu, di Mapolres Poso, Senin (23/09). (FOTO: MANSUR)

POSO – Satuan Reskrim Polres Poso meringkus empat pelaku pembuat sekaligus pengedar uang palsu (upal) antar provinsi. Para pelaku tersebut, masing-masing berinisial PL, ER, AR dan YN, kesemuanya merupakan warga asal Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.

Penangkapan para pelaku itu dilakukan oleh Tim Buser Polres Poso dalam sebuah razia kendaraan di wilayah Kecamatan Pamona Timur bersama personil Polsek Pamona Timur, Rabu pekan lalu.

Selain mengamankan empat pelaku, tim gabungan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 299 lembar, 15 bungkus rokok hasil transaksi uang palsu, dompet, uang asli sebanyak Rp751 ribu serta satu unit mobil Toyota jenis Innova yang dipakai pelaku saat beraksi.

Kasat Reskrim Polres Poso, AKP. Aji R. Nugroho, di Mapolres Poso, Senin (23/09), menjelaskan, terbongkarnya aksi para pelaku itu berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban peredaran uang palsu ke Mapolsek Pamona Timur.

Dari laporan itu, pihaknya bersama Polsek Pamona Timur melaksanakan razia di Kecamatan Pamona Timur, dengan target mobil yang digunakan pelaku berdasarkan data dan informasi yang sudah dikantongi.

Dia menambah, dari hasil penyelidikan sementara, para tersangka mengaku mengedarkan uang palsu dengan cara membeli rokok hingga membeli minuman di warung atau kios kecil yang berada di wilayah Poso.

Selain Kabupaten Poso, kata dia, para pelaku juga mengakui sudah mengedarkan uang palsu di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Modus para pelaku dalam membuat seluruh uang palsu adalah dengan menggunakan bahan kertas HVS yang kemudian discan lalu diprint menggunakan printer merek Canon,” terangnya.

Selama enam bulan beroperasi, jumlah uang palsu yang berhasil dicetak mencapai  600 lembar pecahan Rp100 ribu atau senilai Rp60 juta dengan target peredaran di empat wilayah provinsi di Sulawesi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Poso untuk proses hukum selanjutnya.

Pelaku yang telah ditetapkan menjadi tersangka ini dikenai UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, pasal 36 ayat 2 dan 3 dengan ancaman 10 hingga 15 tahun penjara. (MANSUR)