Polres Poso Gencarkan Razia Penyulingan “Cap Tikus”

oleh
Suasana penggerebekan penyulingan cap tikus di Desa Madale, Poso Kota Utara, belum lama ini. (FOTO: DOK. POLRES POSO)

POSO – Pihak Polres Poso dalam sepekan terahir terus menggencarkan razia di lokasi penyulingan minuman keras (miras) oplosan “Cap Tikus” atau CT. Operasi di penyulingan yang dilakukan tersebut dalam rangka menekan peredaran CT di tengah masyarakat.

Razia yang digelar sejak tanggal 1 hingga 8 Oktober 2019 itu melibatkan tim gabungan Satuan Reserse dan Narkoba dan telah berhasil menggerebek dua lokasi penyulingan CT milik warga di Desa Madale, Kecamatan Poso Kota Utara dan Desa Bukit Bambu, Kecamatan Poso Kota.

Saat penggerebekan, selain menemukan seperangkat alat penyulingan seperti bambu, tungku, drum, dan sejumlah jerigen, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan liter CT siap edar.

Kaurbin Ops (KBO) Satuan Resnarkoba Polres Poso, Ipda Supriadi, Selasa (08/10), mengatakan, penggerebekan di tempat penyulingan CT itu sebagai tindaklanjut laporan masyarakat terkait peredaran miras di wilayahnya.

Menurutnya, tempat penyulingan yang digerebek adalah benar merupakan tempat memproduksi miras jenis CT, bukan untuk produksi  gula aren seperti yang diharapkan Pemkab Poso.

“Untuk sementara, kita mengamankan puluhan liter CT dari lokasi,” ungkap Supriadi.

Ia menambahkan, guna menghindari penyalahgunaan kembali lokasi penyulingan tersebut, maka seluruh peralatan disita polisi. Sementara tempat penyulingannya sendiri dimusnahkan dengan cara dibakar.

Diakuinya, meskipun pemilik penyulingan tidak dibawa ke Mapolres, namun yang bersangkutan tetap diimbau untuk tidak mengulangi perbuatannya agar tercipta situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Poso.

“Saya mengajak warga yang memiliki penyulingan miras untuk tidak lagi memproduksi CT. Meskipun minuman tradisonal, namun kalau sudah meresahkan dan banyak laporan masyarakat, maka kami akan tindak,” tegasnya.

Ia memastikan, selain penggerebekan lokasi penyulingan CT, pihaknya juga akan terus melakukan razia kepada para penjual yang diduga marak dilakukan secara terselubung.

“Selain meresahkan, pemberantasan miras di wilayah hukum Polres Poso juga dilakukan karena miras merupakan salah satu faktor penyebab gangguan Kamtibmas,” tutupnya. (MANSUR)