Politisi Ini Komitmen Mengawal Pemilu yang Aman dan Damai

oleh
Ellon Syafarta Toara

SIGI – Sekretaris DPD Perindo Sigi, Ellon Syafarta Toara, ST berkomitmen membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menjaga stabilitas keamanan pada pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif tahun 2019.

Dukungan terhadap Polri tersebut agar penyelenggaraan pesta demokrasi berjalan dengan aman dan tertib.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata. Perlu ada dukungan dan sinergitas dari masyarakat.

Di tataran daerah, kata dia, patut diakui sedang gempar dan dirundung isu-isu yang mengancam perpecahan. Di antara isu-isu itu terdapat nuansa SARA yang melibatkan identitas Suku, Agama, Ras, dan Golongan.

Selain isu SARA, ada juga berita bohong atau hoax yang sedang marak di dalam negeri, baik itu menyangkut politik maupun agama, yang terus meresahkan masyarakat.

“Sinergitas antara Polri dan elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menghindari adanya isu SARA dan politik identitas pada Pemilu 2019. Karena hal ini marak terjadi sebagai senjata untuk menyerang lawan politik,” ujarnya.

Olehnya, dia mengajak setiap masyarakat untuk selalu menjaga stabilitas keamanan di daerah ini.

Elon juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan segala isu-isu yang bisa memecah belah persatuan, sebab kata dia, persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hal utama yang harus dijaga.

Di jaman sekarang ini, lanjut dia, banyak oknum yang menyebarkan berita bohong atau hoax untuk menjatuhkan orang lain demi meraih keuntungan.

Menurutnya, strategi seperti ini membuat masyarakat yang sebelumnya cukup toleran, menjadi terpicu hoax yang disampaikan secara terus-menerus.

Menurutnya, hal paling utama yang dilakukan untuk menangkal isu-isu itu adalah, masyarakat mengingat kembali bahwa Indonesia menghargai agama seluruh rakyatnya.

“Pilihan politik bisa berbeda, tetapi persaudaraan yang sudah lama terjalin di masyarakat harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk santun dan bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terpancing pada hal-hal yang sengaja memecah belah persatuan.

“Kami juga mengharapkan masyarakat senantiasa menampilkan sikap dan perilaku yang santun dalam berdemokrasi dengan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani, tanpa ada tekanan dari kelompok-kelompok yang mempunyai kepentingan,” tutupnya. (RIFAY)