Polda Sulteng Petakan 234 TPS Sangat Rawan

oleh
Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Luqman Wahyu Haryanto saat memberikan pembekalan terhadap para personel BKO Pam TPS, Kamis (11/04), di Mapolda setempat. (FOTO: IST)

PALU – Pihak Polda Sulteng akan menggunakan pola 2 : 2 : 1 dalam proses pengamanan di 234 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berkategori sangat rawan pada Pemilu 17 April mendatang.

Hal itu dijelaskan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Luqman Wahyu, saat memberi pembekalan kepada 1.551 personil BKO Pengamanan TPS yang nantinya akan disebar ke seluruh wilayah Sulteng, Kamis (11/04).

Kata Kapolda, tugas utama Polri Pam TPS adalah mengamankan lokasi yang ada di luar TPS yang memungkinkan terjadinya ancaman yang dapat mengganggu berlangsungnya pelaksanaan pemungutan suara.

“Dan pengamanan TPS ini adalah tugas di masa operasi khusus, sehingga apabila ada anggota yang tidak melaksanakan tugas atau meninggalkan tanggung jawab sebelum tugas selesai, maka akan diberikan sanksi tegas dengan hukuman dua kali lipat sesuai ketentuan perundang undangan,” tegasnya.

Kepada ribuan personil BKO yang akan berangkatkan pada, Sabtu 13 sampai 14 April 2019 mendatang, Kapolda berpesan agar mengenali KPPS, petugas linmas, petugas TNI, kepala desa dan Ketua RT/RW.

“Minta nomor kontak mereka agar memudahkan komunikasi apabila ada permasalahan di lapangan. Pelajari tipologi wilayah penugasan dengan menggalang potensi masyarakat yang ada serta jaga perilaku saudara sebagai anggota Polri,” pesannya.

Namun, kata dia, meskipun ada permasalahan di lokasi TPS, maka itu bukan menjadi domain petugas BKO Pam TPS untuk menyelesaikannya.

“Tetapi apabila atas permintaan atau ijin dari Ketua KPPS, baru petugas Pam TPS dapat memasuki lokasi pemungutan suara,” tekan Luqman.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, menjelaskan, bahwa pasukan BKO Pam TPS dari Polda Sulteng sengaja digeser H-3 dan H-4 sebelum Voting day, agar anggota yang bertugas pengamanan TPS bisa segera beradaptasi dan mengenali lingkungan penugasannya.

“Perlu diketahui bahwa jumlah kekuatan TNI Polri yang dilibatkan dalam pengamanan tahap Pemungutan suara ini, Polri sebanyak 4.675 terdiri atas personel Polres jajaran sebanyak 3.124 orang, BKO Polda Sulteng 1.551 orang. Sedangkan personel TNI yang akan membantu sebanyak 800 orang. Totalnya sebanyak 9.191,” ungkap Kabid Humas.

Didik menyebutkan, bahwa dalam pemilu kali ini pihaknya telah membagi tiga kategori TPS, yakni kurang rawan, rawan dan sangat rawan.

Ia menguraikan, TPS kategori kurang rawan sebanyak 7.927, diamankan dengan Pola  2 : 8 : 4, artinya 2 anggota Polri bersama 8 linmas mengamankan 4 TPS. Sedangkan TPS  kategori rawan sebanyak 1.030, diamankan dengan Pola 2 : 4 : 2, artinya 2 anggota Polri bersama 4 linmas mengamankan 2 TPS.

“TPS kategori sangat rawan sebanyak 234, diamankan dengan Pola 2 : 2 : 1., artinya 2 anggota Polri bersama 2 anggota linmas mengamankan 1 TPS,” urai Didik.

Dia mengimbau kepada masyarakat Sulteng untuk beramai-ramai datang ke TPS, menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani.

“Jika ada intimidasi, ada pengancaman, ada yang melarang datang ke TPS, maka segera lapor kepada anggota Polri dan TNI yang bertugas mengawal dan mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 sampai di TPS,” tandasnya. (FALDI)