Polda Sulteng Lengkapi Berkas Yahdi Basma

oleh
Yahdi Basma usai menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan penyebaran hoax di Mapolda Sulteng, Rabu (24/07). (FOTO: MAL/IKRAM)

PALU – Pihak Polda Sulteng mengaku masih melengkapi berkas perkara Yahdi Basma, tersangka kasus dugaan penyebaran hoax, sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Penyidik sendiri masih menunggu petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pelengkapan berkas tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulteng, AKBP, Didik Supranoto, Kamis (22/08), mengatakan, pada tanggal 2 Agustus lalu, pihaknya telah mengirimkan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, namun berkas tersebut dikembalikan kembali ke penyidik tanggal 15 Agustus untuk dilengkapi.

“Penyidik mendapatkan petunjuk untuk dapat melengkapi berkas perkara Yahdi Basma, baik kelengkapan formil maupun materil,” jelasnya.

Ditanya apakah akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tambahan pasca ditolaknya praperadilan yang diajukan Yahdi oleh Pengadilan Negeri (PN) Palu, menurut Didik tidak ada. Pasal yang dikenakan juga masih sama dengan sebelumnya.

“Putusan praperadilan tidak mempengaruhi pasal ditersangkakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Yahdi meengajukan praperadilan ke PN Palu atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polda Sulteng.

Penetapan tersangka itu dilakukan karena Yahdi diduga terlibat menyebarkan sebuah editan Koran lokal yang diberi “Longki Djanggola Membiayai People Power di Sulteng”.

Koran editan ini lalu disebar oleh Yahdi Basma di media sosial berupa Facebook dan Whatsapp group.

Atas penyebaran tersebut, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola lalu melaporkan hal tersebut ke Polda Sulteng.

Yahdi Basma dikenai pasal dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor: 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (IKRAM)