Pihak Sekolah Diminta Tepat Waktu

oleh
Suasana sosialisasi pembuatan LPJ Dana BOS jenjang SD dan SMP Negeri dan swasta se Kota Palu, di Aula SDN 15 Palu, Selasa (15/10). (FOTO: MAL/MELDA)

PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Palu melaksanakan sosialisasi tata cara pembuatan laporan pertanggung jawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD dan SMP Negeri dan swasta se Kota Palu, di Aula SDN 15 Palu, Selasa (15/10).

Saat ini, total dana BOS yang digelontorkan untuk jenjang SD dan SMP se-Kota Palu, mencapai sekitar Rp44 miliar.

Kepala Dikbud Kota Palu, Ansyar Sutiady, mengatakan, kegiatan itu dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada para kepala sekolah (kepsek) dan bendahara, tentang pengelolaan dana BOS.

“Dengan harapan agar dana BOS ini dapat dimanfaatkan serta dibelanjakan sesuai dengan perencanaan kebutuhan sekolah serta regulasi yang ada,” katanya.

Ia pun mengingatkan kepada para kepala sekolah (kepsek) dan bendahara dana BOS, agar membuat perencanaan dengan baik dan benar.

Dia berharap, perencanaan yang dibuat oleh sekolah agar betul-betul disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sehingga Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) itu bisa menjawab kebutuhan dan permasalahan sekolah.

“Kemudian dalam hal pembelanjaan, saya berharap agar betul-betul patuh dengan apa yang sudah direncanakan. Seperti belanja modal dibelanjakan modal, belanja barang jasa dibelanjakan jasa. Begitupun belanja pegawai, jangan sampai keluar dari regulasi karena akan menjadi masalah,” katanya.

Selain itu, Ansyar juga meminta agar laporan pertanggung jawaban tepat waktu.

Menurut Ansyar, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng untuk mereview perencanaan yang ada di sekolah, karena dokumen yang dibuat sekolah masih belum tajam serta masih perlu pembenahan-pembenahan.

“Dokumen yang dibuat oleh sekolah itu merupakan dasar mereka dalam melaksanakan program dan kegiatan, sehingga kita melakukan review bersama dengan LPMP untuk sekolah model dan sekolah rujukan, karena sekolah ini akan mengimbas ke sekolah lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mutu pendidikan Kota Palu, saat ini sudah mulai meningkat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang didapatkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita sudah tidak berbicara di tingkat provinsi, tetapi berbicara di tingkat nasional, saya memantau banyak prestasi yang dihasilkan oleh anak didik kita. Hal ini tentunya menjadi indikator. Tetapi kita tidak berpuas diri, kita akan terus mendorong khususnya mainset sebagai insan pendidikan. Jadi setiap saat guru diharapkan memperbarui pengetahuan dan keterampilannya dalam meningkatkan prestasi siswa,” katanya.

Bahkan kata dia, sekolah-sekolah pingiran seperti SD Watusampu, SMPN 12 Palu, belum lama ini meraih prestasi di tingkat nasional.

“Semua ini juga berkat sistem zonasi, karena tujuan utamanya adalah pemerataan,” ungkapnya. (MELDA)