Petani Bangkit, Merayakan Hasil Panen Sistem Hidroponik Perdana

oleh

SIGI- Sebanyak 37 petani kelompok binaan Dompet Dhuafa, melalui Proyek Pemulihan Penghidupan Pasca Bencana (Livelihoods Recovery) kerjasama dengan Yayasan CARE Peduli  didanai SHO, merayakan hasil panen pertama pertanian dengan sistem hidroponik di Desa Pombewe, Kecamataan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (29/7).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara serah terima bantuan alat pertanian hidroponik secara simbolis, dari Yayasan CARE Peduli dan Dompet Dhuafa kepada 123 penerima manfaat. Penerima manfaat inj terdiri dari 3 greenhouse dan 93 modul hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique) tersebar di Desa Lolu, Desa Pombewe, Desa Kabobona, dan Desa Loru. Total secara keseluruhan jumlah penerima manfaat mendapatkan bantuan Alat Pertanian Hidroponik didanai SHO 160 KK petani/ buruh tani.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan dipusatkan di lahan Ismail, salah satu praktisi hidroponik  direkrut Dompet Dhuafa sebagai fasilitator training.

Selama satu bulan, para petani ini telah mendapatkan pelatihan cara bertani dengan sistem hidroponik mulai dari membuat pekatan AB Mix, penyemaian, pemindahan media tanam, serta cara memanen dan menyortir hasil panen. Mereka didampingi Ismail dan tiga orang lainnya sebagai fasilitator.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Hidayat Lamakarate dalam sambutannya, memberikan apresiasi  atas kepedulian Yayasan CARE Peduli dan Dompet Dhuafa masih terus berpartisipasi dari awal bencana alam (gempa) sampai dengan hari ini bencana non alam (covid19). Di mana keduanya juga masih terus memfasilitasi mendampingi masyarakat, memberikan edukasi sehingga terberdayakan dan mandiri secara ekonomi.

“Dengan adanya kegiatan panen raya hidroponik, memberikan bukti kepada warga agar terus melanjutkan kegiatan ini dan pemerintah baik di desa, kecamatan, kabupaten, maupun provinsi akan mengawal terus kegiatan tersebut,” harapnya.

Team Leader, Yayasan CARE Peduli
Sulawesi Buttu Ma’dika, menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti setelah kegiatan proyek selesai, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan agar manfaatnya betul-betul terasa bagi masyarakat.

“Potensi pasar hasil pertanian ini cukup besar. Jadi hasilnya selain sebagai sumber pangan sehat bagi keluarga, juga dapat dipasarkan untuk menambah penghasilan para petani,” kata Buttu Madika kepada MAL Online, Kamis (30/7).

Project Manager Dompet Dhuafa, Siddiq Robbani, mengatakan, Panen Raya ini dapat dimaknai sebagai harapan baru pasca bencana 28 September 2018 melalui berhidroponik.

Keberhasilan project livelihood mencapai panen pertama, merupakan hasil sinergi antara penerima manfaat, fasilitator, aparat desa, serta pemerintah Kabupaten.

Tim Dompet Dhuafa dan Yayasan Care Peduli sangat mengapresiasi sinergi  baik ini. Untuk itu, sudah sepatutnnya kegiatan panen ini dirayakan bersama sebagai simbol bangkitnya para petani.

“Tim Dompet Dhuafa dan Yayasan Care Peduli mengharapkan keberhasilan juga membersamai untuk 123 Penerima manfaat  saat ini sedang merawat komoditas (sayuran)  sedang ditanam,” katanya.

Dia berharap, kedepannya, masyarakat sudah mampu bertani  dan mengolah hasil panen secara mandiri dan  berkelanjutan. (IKRAM)

Iklan-Paramitha