Pertamina Pastikan Keamanan Pasokan BBM Pascainsiden Kapal MT Anggraeni

oleh
Tim penanggulangan dari Pertamina saat meninjau dermaga Terminal BBM Poso. (FOTO: IST)

POSO – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan dan distribusi BBM untuk wilayah Sulawesi Tengah dalam kondisi aman pascainsiden yang terjadi di dermaga Terminal BBM Poso. Kejadian yang melibatkan kapal MT Anggraini Excellent tersebut kini sudah ditangani oleh tim penanggulangan dari Pertamina bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya seperti Lantamal, Polair, Koramil dan Syahbandar.

Unit Manager Communication & CSR  MOR VII, Hatim Ilwan, Senin (22/04), menjelaskan, pasokan BBM untuk Sulawesi Tengah terbilang sangat kuat karena disanggah sejumlah Terminal BBM selain TBBM Poso, yakni TBBM Luwuk Banggai, TBBM Kolonodale, dan TBBM Donggala yang semuanya berada di Sulawesi Tengah.

“Dengan adanya dukungan dari TBBM lain tersebut, kami bisa menggunakan cara alternatif untuk tetap memasok kebutuhan BBM bagi masyarakat. Sehingga dari sisi distribusi BBM ke SPBU tetap berjalan,” katanya.

Pantauan udara dermaga Terminal BBM Poso pasca ditabrak kapal MT Anggraini Excellent. (FOTO: IST)

Pertamina, masih menurut Hatim, memastikan tidak ada sarana atau fasilitas lain yang terdampak dari insiden ini dan distribusi BBM dinyatakan aman. Stok BBM yang tersedia saat ini di Terminal BBM  Poso masih mencukupi untuk kebutuhan di wilayah Kabupaten Poso.

Insiden ini terjadi pada Jumat sore (19/4), pukul 17.40 WITA, saat kapal yang membawa produk BBM mengalami benturan dengan sarana penerimaan kargo di Terminal BBM Poso. Benturan terjadi pada saat Kapal MT Anggraini Excellent bermuatan BBM jenis Pertamax dan Premium akan bersandar di Terminal BBM Poso untuk membongkar muatan. Benturan tersebut berimbas pada tidak berfungsinya dermaga untuk sandar kapal.

Muatan yang dibawa oleh MT Anggraini sebanyak 4.000 KL tersebut dinyatakan aman dari kebocoran akibat benturan dan tidak ada indikasi terjadi tumpahan ke perairan. “Penyebabnya masih dalam tahap investigasi. Kami prioritaskan penanganan kondisi serta perbaikan sarana di lapangan,” ujar Hatim.

Namun langkah antisipasi tetap dilakukan oleh Pertamina dengan memasang oil boom (pembatas minyak) di sekeliling jetty head dan menyemprotkan oil spill dispersant di sekitar perairan Terminal BBM Poso. “Alhamdulillah, tidak ada juga sisa produk BBM yang masuk ke perairan,” terang Hatim.

Langkah antisipasi ini diapresiasi oleh Kepala Bidang Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Poso, Roy A. Pesudo. “Inisiatif dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan yang cepat dan tepat telah dilakukan oleh Pertamina,” ujarnya. Meskipun ada kerusakan di beberapa titik pipa tetapi, menurut Roy, saat ini sedang dalam perbaikan dan masih dapat difungsikan.

Sampai dengan Ahad (21/04), Pertamina masih terus mengupayakan percepatan pembuatan temporary platform sebagai pengganti jetty head yang tidak dapat difungsikan. “Agar kegiatan penerimaan BBM segera dapat dilakukan kembali di Terminal BBM Poso,” tutup Hatim. (RIFAY)