Perluas Komwil, Alkhairaat Upayakan Terakomodir di APBN 2018

oleh
Kantor PB Alkhairaat. (FOTO: IST)

PALU – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat tengah berupaya untuk terdaftar sebagai salah satu organisasi yang mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyerahkan proposal secara langsung kepada Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Proposal yang dimaksud dibawa oleh Ketua Utama Alkhairaat, HS Saggaf bin Muhammad Aljufri, saat menghadiri undangan pesta mantu anak Jokowi di Kota Solo, Rabu dua hari lalu. Saat itu, Habib Saggaf didampingi putranya yang juga merupakan Plt Ketua Utama Alkhairaat, HS Alwi bin Saggaf Aljufri berserta pengurus PB lainnya.

Sekretaris Jenderal Sekjen PB Alkhairaat, Ridwan A Yalidjama, Kamis (9/11) di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya telah memenuhi syarat yang telah ditentukan undang-undang, yakni membentuk sembilan Komisariat Wilayah (Komwil) Alkhairaat, di sembilan provinsi.

Dengan demikian, maka Komwil Alkhairaat sudah ada di 20 provinsi di Indonesia, terdiri dari enam Komwil di Sulawesi, empat di Kalimantan, lima di Pulau Jawa, satu di Sumatera, dua di Maluku dan dua di Papua.

“Jadi kurang lebih 87 tahun kita hanya ada di 11 provinsi,” katanya.

Sementara di tingkat kabupaten/kota, Alkhairaat juga sudah memiliki 61 Komisariat Daerah (Komda).

Mantan Ketua DPRD Donggala itu membocorkan beberapa poin dalam proposal yang diserahkan kepada presiden, yakni meminta agar 500 guru honorer di Alkhairaat, diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), penambahan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi. Selanjutnya permohonan bantuan pembangunan pondok pesantren moderen sebanyak 10 unit di kawasan timur Indonesia.

“Ada juga item lainnya, salah satunya Diklat Penangkalan Paham Radikalisme dan Terorisme serta Rapimnas dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, Sekjen juga berkesempatan menyampaikan perkembangan perguruan Islam yang didirikan HS Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) tersebut, di hadapan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof. Dr Suyitno.

Sementara jumlah madrasah Alkhairaat mencapai 489 unit, dengan murid sebanyak 25.806 orang,  guru 3047 orang dan tenaga administrasi sebanyak 918 orang. (YUSUF)