Perjuangan Pengawas Pemilu di Sulteng, dari Sakit Hingga Diintimidasi

oleh
Zatriawati

PALU – Beberapa hari setelah pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, korban meninggal dunia yang berasal dari penyelenggara Pemilu, baik Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) maupun Pengawas TPS, terus bertambah. Tak hanya dari penyelenggara, mereka yang berada di luar kelompok ini, yang terlibat langsung dalam proses Pemilu, juga ikut meregang nyawa.

Selain meninggal dunia karena kelelahan, ada sejumlah petugas pengawas pemilu yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas karena kelelahan dan kecelakaan. Tak sedikit pula yang mengalami intimidasi saat bertugas.

Semua dijalani demi suksesnya Pemilu dengan honor yang terbilang seadanya, di bawah sorotan publik dengan durasi yang pendek. Kerja tepat waktu dengan menihilkan kesalahan adalah target mereka jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan karena kinerja yang tidak becus.

Di Sulteng sendiri, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah merilis jajaran pengawas yang mengalami sakit, kecelakaan hingga yang menjadi korban kekerasan/intimidasi.

“Hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Sulteng. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak laporan yang sampai meninggal dunia,” tutur Komisioner Bawaslu Sulteng, Zatriawati, Ahad (21/04).

Mantan Anggota KPU Kota Palu itu merincikan, di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut terdapat satu komisioner Panwascam yang sakit pada saat melakukan monitoring ditempat pemungutan dan penghitungan suara. Dia menjalani perawatan di rumah sakit Adean. Di Kecamatan Banggai terdapat PKD Dodung yang mendapat intimidasi pada saat melakukan patroli pengawasan dan menangkap pelaku money politik.

Masih di kabupaten yang sama, tepatnya di Kecamatan Banggai Selatan, seorang komisioner Panwascam juga sakit pada saat melakukan patroli pengawasan pada minggu tenang.

Kemudian di Kecamatan Banggai Tengah, seorang Pengawas TPS Desa Adean mengalami kelelahan sehingga pingsan di TPS pada saat berjalannya penghitungan suara.

“Demikian juga komisioner Panwascam di Kecamatan Labobo juga sakit saat melakukan patroli pengawasan di minggu tenang,” katanya.

Sedangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan, kata dia, sedikitnya terdapat beberapa pengawas yang sakit. Dia merincikan nama-nama petugas yang sakit tersebut, yakni Surni A Latongkaya PTPS 08 di Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum yang mengalami kelelahan hingga hampir pingsan, Junaid H Sapeni, PKD Desa Lopito juga mengalami sakit. Kemudian Aristo S Sitta dan Mirmawati Muda, dua staf Kecamatan Totikum yang terpaksa dirawat di Puskesmas disebabkan karena pengiriman data Siwaslu dan form online yang mereka lakukan hingga sampai pukul 04.00 dini hari.

“Sebab Kecamatan Totikum tidak memiliki jaringan internet,” ujarnya.

Selanjutnya di Kabupaten Banggai juga terdapat beberapa yang mengalami sakit ketika bertugas, yakni Aman Lana Pengawas TPS 1 Kelurahan Keleke, Kecamatan Luwuk mengalami sakit, Rudi S. Intadja, PTPS 3 Desa Louk, Kecamatan Luwuk Timur. Rama Prana Jaya, PKD Desa Padangon, Kecamatan Masama, Johra Yasin PTPS 3 Desa Tomeang Kecamatan Nuhon, Mahyudin Toyo PTPS di TPS 01 Desa Nonong Kecamatan Batui dan Rismawati PKD Pangkalaseang Kecamatan Balantak Utara.

Di bagian lain, tepatnya di Kabupaten Tojo Una-Una juga terdapat dua PTPS dan satu staf Panwaslu yang mengalami sakit.

“Di Kabupaten Tolitoli PTPS 4 Desa Anggasan atas nama Mardina mengalami kecelakaan. Sementara di Desa Kayulompa, Kecamatan Basidondo, PTPS kami atas nama Mohammad Quif mengalami kekerasan, dia dilempari batu ketika pulang dari rumah kepala desa yang dimintai keterangan akibat kasus dugaan menguntungkan salah satu calon legislatif pada tanggal 18 April 2019,” tuturnya.

Kemudian di Kabupaten Parigi Moutong terdapat lima petugas pengawas yang sakit dan dua orang yang mengalami kecelakaan saat mengawal pendistribusian kotak suara.

Di Kabupaten Boul terdapat tiga petugas juga yang mengalami sakit karena kelelahan. Mereka berasal dari Desa Pokobo Kecamatan Bunobogu, Desa Leok II dan Desa L Kampung Bugis Kecamatan Biau.

Selanjutnya di Kabupaen Donggala terdapat tiga orang yang mengalami sakit dan empat orang mengalami kecelakaan

“Sementara di Kota Palu terdapat empat orang yang mengalami sakit. Mereka masing-masing, dua orang berasal dari Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore, satu orang dari Kelurahan Talise dan satunya lagi Pengawas TPS 20 Kelurahan Boyaoge,” urainya.

Hampir sama dengan Kabupaten Donggala, di Poso menjadi daerah yang petugas pengawasnya juga banyak mengalami kecelakaan, yakni sebanyak tiga orang. Mereka masing-masing berasal dari PKD Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan atas nama Christian N. Talimba. Kemudian staf Panwascam Lage atas nama Ronaldo Purbaladiwa Noorbain dan PTPS 2 Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir

“Sementara yang sakit sebanyak enam orang,” ujarnya.

Sejauh ini, pihak Bawaslu Sulteng masih tetap memperbaharui data dari sejumlah kabupaten yang belum melaporkan kondisi petugas pengawasnya.

“Semoga semua bisa diberi kesembuhan,” tutupnya. (RIFAY)

Iklan-Paramitha