Penukaran Uang Jelang Lebaran Dibatasi, Maksimal Rp3,9 Juta Per Orang

oleh
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait persiapan kegiatan penukaran uang di Kota Palu, Selasa (21/05) petang. (FOTO: MAL/RIFAY)

PALU – Bank Indonesia (BI) melibatkan 20 bank konvensional dan syariah milik pemerintah dan swasta untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang ingin menukarkan uang jelang Lebaran Idul Fitri di Kota Palu.

Sesuai jadwal, penukaran uang tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 27 dan 28 Mei mendatang mulai pukul 09.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita, di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng.

“Alasan kita membuka penukaran uang di tanggal itu karena ASN dan swasta biasanya baru menerima THR pada tanggal 24 Mei sehingga setelah itu baru ada kesempatan bagi mereka untuk menukarkan uangnya,” kata Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono, saat konferensi pers, Selasa (21/05).

Menurutnya, di saat hari penukaran nanti, akan ada stand yang didirikan dan ada pula yang langsung menggunakan mobil kas keliling.

“Per harinya, tiap bank menyediakan Rp174 juta sehingga total modal dari 19 bank itu sebesar Rp6,612 miliar per hari. Itu di luar uang yang disiapkan BI. Jika ada bank yang kehabisan modal maka bisa minta ke BI. Jadi BI melayani masyarakat yang menukarkan uang, sekaligus melayani bank yang kehabisan modal,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, setiap masyarakat yang menukarkan uang diberi batas maksimal untuk tiap pecahan, dengan total Rp3,9 juta per orang, masing-masing untuk pecahan Rp20 ribu  maksimal Rp2 juta, pecahan Rp10 ribu maksimal Rp1 juta, pecahan Rp5000 maksimal Rp500 ribu dan pecan Rp2000 maksimal Rp400 ribu.

“Minimal uang baru yang ditukar adalah Rp2000 karena pertimbangan kami, uang pecahan Rp1000 sudah sangat jarang digunakan untuk transaksi. Penukaran dibatasi karena asasnya untuk pemerataan,” ujarnya.

Sebab, kata dia, sesuai arahan Gubernur BI, maka BI tidak mau lagi melihat ada orang yang menjual uang.

“Jadi ini benar-benar untuk pelayanan langsung kepada masyarakat. Bukan untuk diaperjualbelikan. Karena orang yang jualan uang secara syariat Islam itu haram,” tegasnya.

Miyono juga menyarankan kepada masyarakat yang ingin menukar uang rusak agar datang ke BU.

“Pasti kami layani setiap hari, semua pecahan,” tutupnya.

Guna menyambut Idul Fitri 1440 H/2019, BI Perwakilan Sulteng sendiri akan menyiapkan uang baru dalam berbagai pecahan sebanyak Rp1,9 triliun.

Uang baru tersebut nantinya akan didrop ke semua bank dan kas-kas titipan yang ada di seluruh daerah di Sulawesi Tengah. (RIFAY)