Pencairan BLT di Kantor Pos Biromaru Tanpa Protokol Kesehatan

oleh
Pencairan BLT di Kantor Pos Biromaru, tampak tanpa sosial distancing. (FOTO: MAL/HADY)

SIGI – Pihak Kantor Pos Cabang Sigi Biromaru, Desa Mpanau, sepertinya abai dalam penegakan protokol kesehatan. Nampak puluhan warga yang datang mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dicairkan oleh Kantor Pos tersebut, Selasa (13/10), berkerumunan tanpa sosial distancing.

Sebahagian besar warga yang datang dari beberapa desa itu, tidak menegakan protokol kesehatan. Banyak yang tidak menggunakan masker, juga tidak nampak tempat cuci tangan yang disediakan oleh pihak Kantor Pos setempat.

Salah seorang warga, Mama Ita mengatakan, dirinya datang ke kantor pos karena akan menerima BLT. Saat disinggung masker yang tidak di kenakannya, dia mengaku maskernya tidak sempat dikenakan karena tertinggal.

“Masker ada di rumah, karena kita kemari cepat-cepat. Jadi tidak sempat lagi diambil maskernya,” ujarnya polos.

Ucapan sama juga disampaikan salah seorang warga yang juga menunggu namanya dipanggil oleh petugas pos setempat.

“Kita masih menunggu panggilan karena harus antri,” ujarnya sambil tidak menggunakan masker.

Warga yang berkerumun tersebut, tidak satupun nampak petugas kesehatan maupun dari pihak Kantor Pos Biromaru, memperingatkan agar warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Diketahui, Kabupaten Sigi berada di peringkat kedua penyebaran pandemi Covid – 19 setelah Kota Palu. Sejumlah klaster baru muncul di beberapa titik disebabkan, orang dalam perjalanan dan berkumpul dalam satu kegiatan atau acara.

Reporter: Hady
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha