Palu Urutan ke-22 Inflasi Tertinggi di Indonesia

oleh
Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng, G. A Naser, di Palu, Senin (02/09) (FOTO : IST)

PALU – Kota palu menempati urutan kedelapan tingkat inflasi tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dan urutan ke-22 di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng, G. A Naser, di Palu, Senin (02/09).

“Inflasi tahun kalender bulan Agustus 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 1,75 persen. Sementara inflasi Agustus 2019 terhadap Agustus 2018 tercatat sebesar 4,79 persen,“ katanya.

Pada periode yang sama, lanjut dia, inflasi Kota Palu mencapain 4,79 persen. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga  sebesar 7,56 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 3,42 persen.

Lebih lanjut dia mengatakan, inflasi Kota Palu sebesar 0,31 persen disumbangkan oleh kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,58 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.

“Kemudian pendidikan, rekreasi dan olaharaga sebesar 0,01 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil negatif terhadap inflasi sebesar 0,36 persen. Sedangkan kelompok kesehatan turut memberikan andil negatif di bawah 0,01 persen,” urainya.

Lanjut Nasser, beberapa hal utama yang memiliki andil terhadap inflasi, antara lain cabai rawit, ikan kembung, ikan ekor kuning, ikan cakalang, ikan layang, ikan kakap merah, emas perhiasan, tahu mentah, dan semangka.

“Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain tarif angkutan udara, tomat buah, okan selar, ayam hidup, kangkung, bayam, ikan teri segar, ikan teri kering, sawi hijau, dan bawang merah,” tutupnya. (MELDA)