MUI-Korea Kerjasama Bangun Islamic Center di Sigi

oleh
Berpose bersama usai pertemuan di kediaman Ketua MUI Sulteng, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, baru-baru ini. (FOTO: IST)

PALU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Korea membangun Islam Center di Desa Sunju, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana gempa dan likuifaksi menerjang wilayah itu.

“Pembangunan di lakukan atas kerja sama MUI Pusat dengan Korea melibatkan MUI Sulteng dan Pemkab Sigi,” kata Sekretaris Umum MUI Sulteng, Dr H Sofyan Bachmid, di Palu, Selasa.

Sofyan mengemukakan, melalui kerja sama itu, Korea menyalurkan bantuan senilai 500.000 dolar Amerika Sekitar  atau sekitar Rp7,4 Miliar.

MUI Sulteng, lanjut dia, menindak lanjuti kerja sama itu dengan melibatkan Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta.

Pelibatan Bupati Sigi itu, kata dia, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan Islamic Center seluas 1,1 hektare di Desa Sunju.

Dia mengatakan, di areal 1,1 hektare itu, akan dibangun rumah gedung Islamic Center, masjid dan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Bendahara Umum MUI Pusat, Dr H Nadratuzan dalam kunjungannya ke Palu pada Senin, 29 April 2019, telah melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bahwa lokasi tersebut layak untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan Islamic Center,” ujarnya.

Sehari sebelumnya di Kediaman Ketua MUI Sulteng, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, telah berlangsung pertemuan bersama Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta.

Turut hadir pada pertemuan itu bendahara umum MUI Pusat, para Pengurus MUI Provinsi Sulteng dan Kabag Humas Kabupaten Sigi Ariyanto.

Pada kesempatan itu, Habib Ali meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sigi terkait rencana pembangunan Islamic Center tersebut, baik akses jalan, listrik dan lainnya.

Rencananya, kata Habib, peresmian Islamic Center tersebut akan dilakukan pada Bulan November Tahun 2019.

Menanggapi rencana itu,  Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta mengaku bangga karena di wilayahnya akan dibangun Islamic Center. Ia berjanji akan membantu memudahkah berbagai izin guna kelancaran pembangunan tersebut.

“Pemilihan Kabupaten Sigi sebagai tempat pembangunan Islamic Center tentunya tidak lepas dari salah satu program Kabupaten Sigi yaitu Sigi Religi,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut juga turut dibicarakan bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Bangga, Balongga dan sejumlah desa lainnya, serta penanganan yang dilakukan Pemkab Sigi. (HADY)