Menyambung Asa Sulteng Bangkit

oleh
Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia, dr Idham Rahman menyerahkan Pataka kepada Ketua BSMI Kota Palu, Muhammad Mulki Ibrahim mewakili BSMI Kota Palu, Sigi dan Donggala, pada deklarasi BSMI Sulteng, Ahad (24/3). (FOTO: MAL/NANANG)

PALU – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sulawesi Tengah, bersama BSMI Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala telah dideklarasikan. Deklarasi dilaksanakan di Aula Anamira Asrama Haji Transit Palu Ahad (24/3).

Ketua Dewan Pengurus Provinsi Sulawesi Tengah, dr Muhammad Idham Rahman dalam orasinya mengatakan, bencana yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala telah menjadi duka yang mendalam. Namun dari situlah, terdapat sebuah hikmah, lahirnya pejuang-pejuang kemanusiaan BSMI.

“Insya Allah ini akan pengurus dan relawan BSMI akan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai keislaman di bumi Sulawesi Tengah ini,” kata Idham.

Mengutip tema “Bersama Kita Bangkit merajut persatuan, membangun semangat juang kemanusiaan, dan mewujudkan asa #Sultengbangkit”, Idham mengajak pengurus BSMI bersama-sama dalam berjuang untuk memulihkan Sulawesi Tengah, sehingga asa itu tercapai.

Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN), Djazuli Ambari mengatakan, sebelum terjadinya gempa, BSMI sudah hadir di Sulteng. Lantas ketika terjadinya bencana 28 September 2018 itu, mengharuskan BSMI untuk menyeriusi kerja-kerjanya di Sulteng.

“Kerja-kerja itu pada akhirnya harus lebih diseriusi dengan hadirnya pengurus-pengurus BSMI di Sulteng, Kota Palu, Sigi dan Donggala,” ujar Djazuli Ambari.

Dia juga menyampaikan pasca gempa, DPN BSMI  menurunkan 300 relawan ke wilayah Sulteng. Saat turun di wilayah ini, DPN berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah. Lewat koordinasi ini, Dinkes memfasilitasi tanah di Lolu, Sigi sebagai Rumah Sakit Lapangan BSMI.

“Di RS lapangan ini  kurang lebih 11 bayi telah lahir,” imbuhnya.

Kini kata Djazuli, untuk melanjutkan pelayanan kesehatan dan rehabilitasi di Sulteng, BSMI telah memiliki Klinik BSMI di Desa Kalukubula, Sigi.  Walaupun di wilayah Sigi, klinik ini terbuka bagi semua warga di wilayah manapun.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Nizam mewakili Gubernur Longki Djanggola, meminta BSMI terlibat aktif dalam pemulihan pasca gempa. Bahkan  Nizam meminta, BSMI sebagai lembaga yang bernilai keislaman juga memberikan edukasi kepada warga yang masih menggunakan cara penyembuhan tradisional.

Penyembuhan tradisional kata dia, khususnya pada dukun beranak dan dukun patah tulang.

“Kalau bisa bagaimana caranya memberikan pemahaman ke masyarakat soal ini. Kalau di masyarakat masih pecaya dengan ini, bahkan kalau tim sepak bola di kampung-kampung, pasti bawa salah satu dukun patah tulang,” imbuhnya.

Selain itu pula, dia berharap BSMI sebagai lembaga kemanusiaan dapat meluruskan informasi-informasi yang tidak jelas di masyarakat. Sebab dari pengalaman setelah gempa silam, banyak sekali hoax beredar, yang mana informasi/pernyataan itu bukan dari ahlinya.

Dalam deklarasi ini setiap pengurus BSMI Sulteng maupun Palu, Sigi dan Donggala juga dikukuhkan. Untuk BSMI Sulteng dipimpin oleh dr Muhammad Idham sedangkan, BSMI Palu oleh Muhamad Mulki Ibrahim, BSMI Sigi oleh Ivan Setiadi dan BSMI Donggala diketuai oleh Sri Wahyuni.

“Sepanjang pengalaman saya menghadiri deklarasi BSMI di semua wilayah di Indonesia, inilah deklarasi yang paling banyak anggota BSMI-nya,” kata Ketua Majelis Pertimbangan Anggota (MPA) BSMI, dr Basuki. (NANANG)