Menristekdikti: PTS Harus Dapat Perhatian Lebih

oleh
Rektor Unisa, Dr. H. Hamdan Rampadio, saat bersama Menristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir, saat silaturahim bersama pimpinan PT se-Sulteng, belum lama ini. (FOTO: MAL/YUSUF)

PALU – Menteri Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohamad Nasir, bersilaturahim bersama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, belum lama ini.

Menteri Nasir mengatakan, PTS harus mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah, jangan sampai mengalami kesulitan dalam pengembangannya.

“Masih banyak PTS terakreditas di bawah rata-rata,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan akreditas bukan kewenangan Kemenristekdikti, tetapi di bawah kendali Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

“Yang menjadi tanggung jawab Kemenristek yaitu melakukan pembinaan kepada seluruh perguruan tinggi yang ada,” ujarnya.

Dia mengaku, selama menjabat sebagai Menteri, dia terus memberikan perhatian bagi PTS dan PTN yang ada di Indonesia. Sesuai hitungannya, sudah sekitar 30-an PTS di tanah air yang mengalami perubahan dari sisi akreditas.

“Tidak boleh ada PTS yang tidak berubah nilai akreditasnya,” tegasnya.

Dia menegaskan, Kemenristekdikti selalu siap memberikan pelayanan bagi PTS yang masih bermasalah dengan nilai akreditasnya, dengan mempelajari permasalahan sekaligus mencarikan solusi.

Sementara Rektor Unisa, Dr. H. Hamdan Rampadio, mengatakan, saat ini ada beberapa program studi di Unisa yang sudah terakreditas B, salah satunya adalah Fakultas Kedokteran.

Berkaitan dengan bencana alam yang melanda Kota Palu, Unisa dari hari pertama sudah melakukan gerakan bantuan bagi para korban bencana.

“Kami sudah melakukan gerakan memberikan pelayanan bagi para korban bencana, khususnya bagi warga tentangga kampus Unisa,” sebutnya. (YUSUF)

loading...