Menjaga Trust, Bangkitkan Ekonomi Ummat Pascabencana

oleh

Yayasan Inisiatif Zakat Indonesia atau IZI, dilahirkan oleh lembaga sosial yang sebelumnya telah dikenal cukup luas dan memiliki reputasi yang baik. Selama lebih dari 16 tahun, yayasan ini telah memelopori gerakan filantropi Islam modern di Indonesia, berupa Yayasan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU).

Dengan berbagai konsideran dan kajian mendalam, IZI dipisahkan  dari organisasi induknya, yang semula hanya berbentuk unit pengelola zakat setingkat departemen, menjadi sebuah entitas baru yang mandiri berbentuk yayasan, tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2014.

Alasan paling penting mengapa IZI dilahirkan adalah adanya tekad yang kuat untuk membangun lembaga pengelola zakat yang otentik. Dengan fokus dalam pengelolaan zakat serta donasi keagamaan lainnya, IZI diharapkan dapat lebih sungguh-sungguh mendorong potensi besar zakat menjadi kekuatan riil dan pilar kokoh penopang kemuliaan dan kesejahteraan ummat.

Melalui posisi lembaga yang jelas, pelayanan yang prima, efektifitas program yang tinggi, proses bisnis yang efisien dan modern, serta 100 persen  kepatuhan syariah sesuai sasaran ashnaf dan tujuan syariah.

Kehadiran IZI di tengah-tengah masyarakat saat ini sangat dirasakan manfaatnya. Apalagi di tiga wilayah di Sulawesi Tengah yang terdampak bencana alam, 28 September 2018 lalu, yakni Palu, Sigi dan Donggala.

Bantuan dari para muzakki atau donatur yang menyalurkan zakat dan sedekahnya pun bergulir, tidak hanya fokus kepada korban bencana.

Beragam bantuan amal disalurkan kepada kriteria delapan asnaf. Bahkan beberapa korban mendapat bantuan pemberdayaan agar mereka bangkit kembali.

Kepala Perwakilan IZI Sulawesi Tengah, Sabiin Sy Lanta

Seperti apa program IZI di Sulawesi Tengah dalam mengangkat ekonomi dan memuliakan umat pascabencana, simak wawancara Jurnalis Media Alkhairaat, Nanang IP bersama Kepala Perwakilan IZI Sulawesi Tengah, Sabiin Sy Lanta, belum lama ini, di Jalan Tanjung Dako, Kota Palu.

Bisa Anda jelaskan makna dari tagline IZI, yaitu memudahkan dimudahkan itu seperti apa?

Jadi kita mengambir tagline sederhana, memudahkan, dimudahkan. Tapi sebenarnya kalau kita gali lebih dalam, makna kata memudahkan terus kemudian berefek kepada dimudahkan Maksudnya, ketika kita memudahkan orang lain, orang dalam hal ini lingkup kerja IZI ya, dimulai dari kami sebagai amil dan karyawan di IZI. Jadi bagaimana kemudian menejemen itu memudahkan setiap amil dalam hal tertentu.

Sistem kami juga memudahkan. Misalnya kami masuk jam 08.30 pagi, jadi di sistem itu sudah tercatat, pakai finger (absen sidik jari) print, kalau telat itu kenapa, ada macam-macam pilihan, seperti istri lagi sakit, ngatar anak. Apapun itu, ada semua alasan dalam rangka memudahkan amil kemudian bagaimana dia tetap profesional bekerja di IZI.

Kepada mustahik IZI atau penerma manfaat yang delapan asnap itu. Kami tetap di audit. Jika mengaskses program-program di sini tetap sesuai dengan standar operasional prosedur. Tapi kami juga ada sisi memudahkan disitu, di mana para penerima manfaat itu, misalnya pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), cukup hanya dari RT atau RW saja. Tidak lagi harus ketemu kepala desa. Karena RT/RW itu kan tahu benar warganya. Dan itu memudahkan sebenarnya. Dengan adanya surat itu dia tahu bahwa benar-benar warganya. Makannya cukup dari situ, ataupun dari masjid.

Kenapa harus ambil SKTM dari Masjid?

Masjid kan pusat aktivitas masyarakat di daerah bersangkutan dan masjid punya otoritas mengeluarkan itu, kan imamnya harus tahu juga jemaahnya. Dari sini juga kita ingin mengembalikan fungsi masjid yang sebenarnya. Jadi bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi bagaimana masjid itu benar-benar mengetahui jemaahnya.

Kalau masjid Jokokarya yang ada di Jokyakarta, itu kan masjid yang menjadi rujukan nasional bahkan internasional dalam pengelolaan manajemen. Subhanallah, itu sampai menerapkan program pemberdayaan dari kas masjidnya. Jadi setiap Jumat, masjid itu saldonya kosong, digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Bahkan untuk membeli rumah jemaahnya yang tidak punya rumah. Dan itu termasuk mustahik, bisa diintervensi dari dana masjid. Makanya kas masjidnya nol. Kalau shalat subuhnya sebanding dengan jemaah Shalat Jumat.

Masih banyak lagi. Kita kembalikan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat shalat saja. Tapi bagaimana kas masjid itu digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat yang ada di situ. Jangan sampai ada masjid yang di lingkungannya itu tidak tahu kesusahan jemaahnya. Jangan-jangan sudah meninggal atau sakit tidak dikunjungi, padahal kas masjid itu kan banyak.

Apa saja program besar IZI?

Kami memiliki dua program besar, program amal dan pemberdayaan. Progam jangka panjang, kalau yang charity kan biasa langsung selesai. Salah satu program charity tadi adalah penyaluran Al-Quran. Pemberdayaan itu program jangkah panjang.

Belum lama ini, kita membagi-bagikan kita suci Al-Quran bagi saudara kita mualaf di Desa Lumbu Lama,  Donggala. Kalau data mualaf sendiri, kami belum memiliki data komprehensif. Penyaluran Al-Quran dilakukan agar kandungannya bisa mereka tahu. Di sana ada sekitar seratus jiwa. Mereka sudah ada masjid, tapi masih kurang perlengkapan, seperti tempat wudhu belum ada dan MCK nya juga belum ada.

Bagaimana dengan program pemberdayaan?

Di IZI  ada rumah ekonomi, lebih sepesifiknya adalah menjahit. Jadi di sana ada ibu-ibu korban bencana yang dididik kemudian diberikan life skill keterampilan menjahit selama delapan bulan. Ada delapan orang dan kebanyak dari Palu sama Sigi. Programnya sudah berjalan dari bulan Maret kemarin dan Insya Allah berakhir Desember nanti. Alhamdulillah mereka sudah bisa membuat baju. Output dari program itu adalah mereka akan kita buat kelompok usaha bersama dan hasil jahitan mereka bisa dijual. Kita carikan pasarnya.

Seperti apa kelompok usahanya nanti?

Nanti dari mereka akan ada pengelolanya sendiri, berdasarkan kesepakatan delapan orang itu. Tetap kami bimbing dari sisi manajemen dan keuangan. Jadi IZI yang siapkan sarana prasarannya. Sebenarnya banyak program jangka panjang, seperti bina ternak kambing, itu juga korban likuifaksi untuk berternak kambing bisa bangkit kembali.

Seperti apa program IZI untuk kurban tahun ini?

Sebenarnya kami hanya memfasilitasi donatur kami yang ingin menunaikan kurban sehingga mereka bisa berkurban juga, tidak hanya berzakat saja. Kita menginginkan bagaimana mereka dalam setahun itu bisa berkurban. Masa kita kalah sama loper koran. Ada langganan IZI di sini yang kemudian mengumpulkan uang kurban dua tahun. Saya tidak usah sebutkan namanya. Subhanallah kesungguhan beliau. Intinya adalah, kami memfasiliatasi donatur kemudian bisa melaksanakan ibadah kurban dengan baik.

Ide program di IZI itu, apakah muncul begitu saja?

Jadi setiap tahun kami ada rakor. Kami memiliki 18 cabang seluruh Indonesia termasuk kantor pusat. Jadi di rapat itu kami laporkan analisis apa saja rencana kerja tahun itu. Jadi setiap daerah punya analisis masing-masing. Seperti kita daerah bencana ini, apa yang kita butuhkan. Jadi setahun itu sudah disusun. Sama dengan pemerintah, kalau program tidak terencana, ya kacau.

Apa sebenarnya modal yang menjadi kekuatan di IZI untuk dipercaya donaturnya?

Sebanarnya mudah, tapi tidak mudah-mudah amat. Pertama adalah trust atau kepercayaan. Bagaimana kemudian ketika kita menyalurkan bantuan, kita memberikan laporan secara up date kepada donatur, ini loh dana yang sudah kami berikan, bahkan secara real time.

Ketika kami menyalurkan, kami memberikan laporan kepada donatur-donatur itu, jadi dia mungkin merasa ini kepercayaan. Dia sudah benar-benar mendapatkan gambaran program, dan laporan penyaluran program itu. Di IZI amanah dan amanah itu sebenarnya berat. Satu kali saja kita lalai, maka mereka akan pindah ke tempat lain.

Untuk memudahkan muzaki, di IZI juga bisa memberikan zakatnya secara sistem, langsung terima SMS atau via email mereka. Dengan jumlah yang mereka setorkan itu betul-betul telah diterima mustahik. Kalau menuaikan zakat ini kan tidak mesti mereka harus datang ke kantor, kami juga menyiapkan chanel-chanel pembayaran menyesuaikan dengan era digital sekarang. Ada zakatpedia, transfer atau ada juga auto debit juga. Memudahkan semuanya. (NANANG IP)