Masykur Desak PT. IMIP Terapkan Sistem Kerja Aman

oleh
Lokasi kecelakaan kerja di PT IMIP. (FOTO: IST)

PALU – Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulawesi Tengah,  Muhammad Masykur mendesak PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) agar tidak main-main dengan jaminan keselamatan kerja dalam lingkungan kerja mereka.

Pasalnya, korban jiwa terus berjatuhan. Fakta terbaru, satu buruh meninggal akibat kecelakaan kerja, atas nama Basri Tonga (BT). Kecelakaan kerja terjadi disaat korban BT mengendarai truck 10 roda mengangkut slag dari lokasi PT. IMIP ke PT. Indonesia Ruipu Nickel Chrome Alloy (PT. IRNC).

“Belum diketahui kenapa slag tersebut dibawa ke PT. IRNC, namun kecelakaan terjadi disaat mobil yang dikendarai tidak mampu menanjak dan akhirnya terguling menindis korban, hingga yang bersangkutan nyawanya tidak terselamatkan (26/9),” sebut Masykur.

Menurutnya, dari kronologi kejadian tersebut, nampaknya aktifitas kerja yang dibebankan kepada korban tidak didasari dengan sistem manajemen keselamatan kerja sebagaimana diatur dalam aturan perundang-undangan.

Sebab, kata dia, jika ditelaah secara kasat mata memang kondisi lokasi memungkinkan terjadinya kerawanan kecelakaan kerja.

“Sehingga semestinya bisa diantisipasi sedini mungkin. Namun anehnya, hal demikian sepertinya dibiarkan saja dengan harapan semuanya baik-baik saja. Ya, syukur-syukur kalau tidak terjadi apa-apa,” urai Masykur.

Mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah ini menjelaskan, jika penerapan sistem kerja seperti itu yang ditetapkan PT. IMIP, maka sangat tidak kredibel dan jauh dari aspek perlindungan jaminan keselamatan kerja kepada buruh.

“Sepertinya nyawa manusia tidak dipandang sebagai sesuatu yang mutklak adanya untuk dilindungi, sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Padahal dalam Undang-Undang Nomor: 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 87 memerintahkan bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan manajemen keselamatan kerja yang terintegrasi dengan manajemen perusahaan,” ujarnya.

Masykur mendesak kepada PT. IMIP agar bertanggung jawab dan tidak lepas tangan atas kecelakaan kerja yang berujung kematian sebagaimana yang kerap terjadi.

Masykur juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui dinas terkait agar segera melakukan evaluasi atas manajemen keselamatan kerja PT IMIP.

“Jika hasilnya buruk, sebaiknya PT. IMIP ditutup sementara dilakukan perbaikan atas sistem keselamatan kerja,” tutup Masykur. (RIFAY)