Marahnya Allah Reda Bila Kita Makmurkan Masjid

oleh
Pimpinan Majelis Zikir Nurulkhairaat, Habib Saleh Alydrus ketika memasuki Masjid Sementara Nur Asa’adah, Boyaoge, hendak sholat Jum’at, Jum’at (23/11). [foto: MAL/IKRAM]

PALU – Pasca terjadinya gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, kita harus banyak-banyak bermuhasabah. Salah satu muhasabah yang paling penting adalah, apakah kita sudah memakmurkan masjid selama ini?

Pimpinan Majelis Dzikir Nurulkhairaat Habib Saleh Alydrus, mengingatkan umat untuk senantiasa memakmurkan masjid. Hal itu disampaikannya sesudah didaulat menjadi Imam Sholat Jum’at di Masjid Nur Asa’adah, Jumat kemarin (23/11).

Habib Saleh Alydrus mengatakan, Allah SWT akan marah pada kita, karena kelakuan kita yang “macam-macam”. Tapi ketika orang berduyun-duyun bejamaah di masjid, anak-anak aktif belajar agama dan orang-orang datang ke masjid untuk mendengarkan majelis ilmu dan zikir, maka Allah akan menyayangi mereka.

“Karena orang-orang berduyun ke masjid, anak-anak aktif belajar agama di masjid, maka marahnya Allah akan reda,” sebut Habib.

Dia mengingatkan, dengan banyaknya bantuan berbagai pihak untuk membangun masjid sementara, maka tugas kita sekarang tinggal memakmurkanya.

“Kalau masjid ini makmur, insya Allah lingkungan sekitar ini tidak ada lagi masalah. Bila satu kampung ada masalah, berarti masjidnya tidak beres,” katanya.

Makanya kata dia, masjid itu jangan ada masalah. Mari bekerjasama jangan saling menuding serta menyalahkan satu dengan lainya.

Selain itu Habib Saleh, juga menegur bagi warga sering menggunakan elekton, agar bisa dikurangi Karena sering menimbulkan banyak masalah, lebih baik diganti dengan sholawatan.

“ Satu sholawatan Allah akan turunkan 10 rahmat, insya Allah ini nantinya akan kita coba galakkan dan lakukan pembinaan-pembinaan kepada anak-anak,” imbuhnya. (IKRAM)