Mahasiswa Sastra Unisa Peringati Maulid Nabi

oleh
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Fakultas Sastra Unisa, Jumat (15/12). (FOTO: MAL/SYAMSUDDIN)

PALU – Puluhan mahasiswa, dosen dan staf Fakultas Sastra, Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di aula fakultas, Jalan WR Supratman, Jumat (15/12). Meski secara sederhana, namun peringatan hari lahir Nabi Muhammad ini tetap berlangsung khidmat.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung mulai pukul 15.30 wita yang diawali dengan pembacaan salawat nabi oleh para mahasiswa dan dosen. Hadir pula Dekan Fakultas Sastra Dr Gusnarib Wahab,M.Pd, Wakil Dekan I, Rani Fardani,S.S M.Pd,Wakil Dekan II, Suparni SS,M.Pd, Wakil Dekan III, Dra Masamah Mufti,M.Pd, Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Syamsuddin, SS, M.Si dan bagian tata usaha.

Sedangkan pembawa hikmah maulid adalah Drs Basir Mardjudo,M.Pd. Dalam ceramahnya, Basir menyampaikan kalau peringatan maulid sangat penting karena menjadi salah satu bukti kecintaan umat islam kepada Nabi Muhammad.

“Meski perayaannya sederhana namun yang terpenting adalah makna dari peringatan maulid ini. Ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap Rasulullah. Sementara Rasululllah sudah menjanjikan bersama umatnya di surga bagi yang mencintainya,” urai Basir.

Lebih jelas Basir, ada dua hal penting yang mengiringi perjalanan hidup Nabi Muhammad dalam mengembangkan ajaran islam yakni aqidah dan ahlak. Kedua hal itulah kata dia menjadi modal utama Rasulullah dalam mengajarkan Islam secara berdakwah. Meski mendapat ancaman, cacian dan bujuk rayuan namun Rasulullah tidak tergoda dan tetap menjalankan misinya.

Sementara itu Dekan Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Dr Gusnarib Wahab M.Pd mengatakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi bagian dari program keagamaan Fakultas Sastra khususnya dalam memperingati hari besar agama. Menurut Gusnarib, melalui maulid nabi ini diharapkan mahasiswa dan dosen bisa semakin cinta dan mencontoh suri tauladan Nabi Muhammad SAW.

“Makna maulid tidak sekadar seremoni tapi kita ingin mencontohi sikap dan perilaku Nabi Muhammad sebagai suri tauladan kita bersama,” pungkasnya. (SAM)

loading...