Maba Unisa Ziarah ke Makam Guru Tua

oleh
Maba Unisa saat berziarah ke makam Guru Tua, pecan lalu. (FOTO: RIDWALAKI)

PALU – Ratusan mahasiswa baru (maba) Universitas Alkhairaat (Unisa), pekan lalu, diajak menapaktilasi perjalanan Guru Tua atau Habib Idrus bin Salim Aljufri (Pendiri Alkhairaat), dalam menjalankan syiar dakwah dan pendidikan.

Salah satu yang ditunjukkan kepada maba adalah keberadaan makam Guru Tua yang terletak di Masjid Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri.

Dibawah terik matahari yang menyengat kulit, mereka tetap bersemangat sambil meneriakkan yel-yel Guru Idolaku, Unisa Almamaterku, Mahasiswa Unisa Cerdas, Kreatif Inovatif.

Di bawah koordinasi dosen muda Ahmad E. Musa,  dibantu sejumlah mahasiswa senior yang juga panitia pelaksana Orientasi Study Ta’aruf Kampus (OSTAK), mereka berjalan kaki dari kampusnya Jalan Ponegoro menuju Jalan SIS Aljufri Palu.

Usai istirahat sejenak, mereka lalu melaksanakan Shalat Ashar berjamaah sebelum ke area makan.

Prosesi ziarah dan  pembacaan tahlil dipimpin maba dari alumni Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Alkhairaat Dolo, Muhammad Syafa’ad. Suara merdu mahasiswa yang memilih Fakultas Agama Islam ini membuat suasana hening dan haru, isak tangis pun pecah saat satu persatu mereka dipersilahkan berdoa masing-masing di pusara Guru Tua.

Bahkan seorang mahasiswa senior asal Fakultas Agama Islam, tak kuasa menahan tangisnya di hadapan makam guru tua.

Kisah berbeda diutarakan Maskal. Mahasiswa senior asal FKIP ini sudah lama memendam kerinduan ingin berjumpa dengan Guru Tua.

“Sudah lama sekali saya mau kesini, sejak saya masih sekolah, hari ini saya bahagia sekali bisa  mengutarakan hajatku, niatku, cita-citaku,” katanya terbata-bata.

Koordinator lapangan, Ahmad E. Musa mengatakan, tradisi ini sudah memasuki tahun ketiga sejak dirinya diamanahkan oleh Rektor sebagai untul mendampingi maba.

“Ini adalah amanah yang berat bagi saya, tapi saya menjalaninya dengan ikhlas. Alhamdulillah  berkat karomah Guru Tua, beberapa mahasiswa yang selama ini agak susah diatur, setelah saya ajak ziarah ke makam, dia mengalami perubahan yang luar biasa dalam hidupnya,” tuturnya.

Ahmad yang juga asesor sekolah/madrasah Provinsi Sulawesi Tengah ini mengatakan, kegiatan semacam ini perlu ditradisikan, siapapun koordinatornya, sebab memilki nilai spiritual yang hanya bisa dirasakan anak-anak yang “menyusu” di Alkhairaat.

Napak tilas Guru Tua yang diakhiri di makam itu merupakan penutup dari seluruh rangkaian OSTAK Unisa tahun akademik 2018/2019. (IWANLAKI)

loading...