Maba IAIN Terima Kuliah Umum dari Dirjen Pendis RI

oleh
Direktur Jenderal Pendidikan Islam RI, Prof. H. Kamaruddin Amin, di Kampus IAIN Palu, Kamis (12/09) pagi (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu melaksanakan kuliah umum semester ganjil Tahun akademik 2019/2020 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam RI, Prof. H. Kamaruddin Amin, di Kampus IAIN Palu, Kamis (12/09) pagi.

Materi yang diberikan adalah Pendidikan karakter dan keterampilan Abad 21.

Kegiatan itu dihadiri Rektor IAIN Palu Prof. Saggaf Petalongi,  Ketua Pengadilan Tinggi Negeri Sulteng Moh. Djoko,  seluruh Wakil Rektor IAIN Palu dan  seluruh mahasiswa baru (Maba).

Di kesempatan itu, Kamaruddin mengawali materinya, dengan menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika IAIN Palu yang terus semangat pasca bencana.

“Saya sangat terharu melihat kondisi kampus ini tapi saya bangga, meski tahun lalu diterpa bencana tapi semuanya tetap semangat, masih banyak yang masuk di IAIN,” akunya.

Dia mengatakan,  mahasiswa harus siap memasuki abad ke 21. Untuk itu mahasiswa IAIN harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan memiliki karakter yang bisa beradaptasi.

“Kenapa bahasa itu penting?  Karena bahasa ini adalah bagian instrumen adaptasi yang sangat strategis dan efektif untuk menghadapi abad ke 21,”katanya.

Rektor IAIN menandatangani naskah Momerandum Of Understanding (MoU) dengan Ketua PTN Provinsi Sulteng, Kamis (12/09) (FOTO : MAL/YAMIN)

Dia juga berpesan, agar mahasiswa mampu menguasai ilmu dari masing-masing jurusan yang dimasuki, karena hal itu menjadi modal untuk bersaing dimasa mendatang.

“Kuasailah jurusan Anda, itu yang akan menjadi modal anda. Apalagi Indonesia ini adalah negara yang punya potensi ekonomi syariah yang paling besar, karena  jumlah umat islamnya besar sekali, punya potensi yang sangat dahsyat.

“Dengan berbagai industrinya kita punya industri halal misalnya. Industri halal ini adalah sebuah domain penelitian keilmuan yang sangat besar sekali dan juga punya prospek yang sangat luar biasa cerahnya,” ucapnya.

Ditambahkannya, Indonesia merupakan muslim terbesar yang  juga memiliki industri yang paling besar tetapi masih memiliki SDM yang sangat terbatas. Meski demikian, Kamaruddin optimis mahasiswa IAIN adalah calon generasi unggul dimasa mendatang.

“Indonesia harus menjadi pusat industri halal dimasa mendatang,  dan hanya bisa dilakukan kalau kita punya SDM yang memadai. Anda-anda semua adalah calon generasi unggul dimasa mendatang. Kita punya wisata halal misalnya, kita punya keuangan syariah dan berbagai inovasi industri halalnya besar sekali. IAIN Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri kita inilah akan menjadi tempat-tempat memproduksi SDM itu,” tegasnya.

Di penghujung, dia meminta kepada mahasiswa harus punya kemampuan akademik yang bagus,  dengan menguasai jurusan, menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan di kampus. Hal tersebut merupakan syarat mutlak untuk mengukir masa depan. Serta harus memiliki karakter yang bagus.

“Itulah kemampuan yang harus kita miliki menuju abad ke 21 dimasa yang akan datang. Adik-adik saya sangat bersemangat sekali, bahagia sekali melihat anak-anakku sekalian berada di kampus ini untuk meniti masa depan Anda.

“Masa depan Indonesia ada ditangan anda, masa depan bangsa. Bawalah Indonesia dengan kualitas yang baik, pastikan bahwa anda adalah generasi yang berkualitas,  yang berkarakter, yang baik, yang punya komitmen ,berintegritas, punya cita-cita, punya visi kedepan. InsyaAllah mimpi Indonesia untuk menjadi negara yang besar, negara hebat dimasa yang akan datang akan terwujud ditangan kita semua,” tandasnya.

Di kesempatan itu, Rektor IAIN menandatangani naskah  Momerandum Of Understanding (MoU) dengan Ketua PTN Provinsi Sulteng. (YAMIN)