LSM Ini Komitmen Menjaga Perdamaian

oleh
Foto bersama dengan Ketua LSM Singgani Parigi Moutong, Moh Taher. (FOTO: IST)

Dinamika politik yang berkembang belakangan ini, khususnya menjelang Pemilu Serentak, April 2019 mendatang, tak hanya terjadi di kalangan elit yang berkompetisi. Di kalangan masyarakat pun tidak lepas dari berbagai isu yang erat kaitannya dengan perhelatan demokrasi lima tahunan ini.

Sayangnya, di beberapa kalangan atau pihak yang tidak bertanggung jawab, kadang menjadikan momen ini menjadi sarana untuk memecah belah. Caranya dengan menghembuskan isu-isu yang bernuansa SARA dan menyebarkan berita hoax atau bohong.

Tujuannya adalah untuk mengganggu stabilitas keamanan yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.

Upaya meredam gejolak ini, tentu tidak bisa hanya dilakukan salah satu isntitusi saja, dalam hal ini pihak kepolisian. Namun membutuhkan peran dan keterlibatan semua elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan menyerukan pesan-pesan perdamaian.

Hal inilah yang menjadi komitmen salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Singgani. LSM yang ada di Kabupaten Parigi Moutong ini menyatakan siap dan akan berupaya membantu Polri dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Menurut Ketua LSM Singgani Parigi Moutong, Moh Taher alias Tony, apa yang berkembang selama ini adalah perbuatan dari segelintir orang untuk memperkeruh suasana. Apalagi dengan maraknya media sosial, menjadikan oknum-oknum tersebut lebih leluasa melakukan propaganda kepada masyarakat.

Untuk menangkal semua itu, Tony meminta kepada masyarakat untuk bersikap bijak, tidak terpancing dengan isu-isu yang belum diketahui kebenarannya serta tidak begitu saja menyebarkan berita yang bertujuan memecah belah.

“Hoax dan isu SARA tidak bisa dibiarkan karena bisa merusak tatanan kehidupan yang sudah aman dan damai ini. Jangan sampai suasana politik saat ini diperpanas lagi dengan isu-isu atau berita bohong dari segelintir orang,” tegasnya, baru-baru ini.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun perbedaan itu tidak boleh membuat masyarakat terpecah belah. Bahkan kata dia, perbedaan pilihan itu justru harus disikapi dengan cara yang santun.

“Mari kita sama-sama menciptakan suasana yang aman, tentram dan damai agar perhelatan demokrasi kita ini berjalan lancar dan sukses sebagaimana yang diharapkan bersama,” tutupnya. (IST)