KSM Tingkat Sulteng Dimulai, Zona 1 di MAN 2 Palu

oleh
Kakanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Rusman Langke menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta didik yang mengikuti KSM tingkat Sulteng tahun ini, di MAN 2 Palu, Kamis (15/08) (FOTO: MAL/YAMIN)

PALU – Ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Sulteng tahun 2019, resmi dimulai pada Kamis (15/08).

Pelaksanaan KSM tingkat provinsi tahun ini dibagi dalam empat zona. Masing-masing zona 1 yang diadakan di Kota Palu yang melibatkan perwakilan peserta didik dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong.

Untuk zona dua meliputi Kabupaten Poso, Morowali, Morowali Utara dan Tojo Una-Una. Kegiatannya dilaksanakan di Kabupaten Poso.

Selanjutnya zona tiga terdiri dari Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Kabupaten Banggai Laut (Balut) yang diadakan di Luwuk.

Sedangkan zona empat diikuti peserta dari Kabupaten Tolitoli dan Buol, dilaksanakan di Tolitoli.

“Total peserta didik yang mengikuti KSM tingkat provinsi ini sebanyak 387 orang. Setiap daerah berhak mengutus masing-masing 3 orang peserta untuk tiap bidang studi yang dipertandingkan. Alhamdulillah hari ini peserta sesui dengan yang terdapat dalam sistem pendataan kita. Yang berjumlah 387 peserta,” Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan, Kantor Wilayah (Kanwil), Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, Ihsan, di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palu, Kamis (15/08).

Sesuai hasil rapat, kata dia, masing-masing kabupaten/kota mengutus tiga peserta, yaitu juara 1, 2 dan 3.

“Perlu kami laporkan, dari tiga yang kita beri jatah, tidak semua kabupaten mengutus satu peserta setiap bidang studi. Ada juga yang mengutus dua peserta setiap bidang studi. Tetapi untuk daerah zona satu, seluruhnya mengutus 33 peserta, artinya bisa memenuhi juknis karena mengutus tiga peserta setiap bidang studi,” jelasnya.

Sementara Kakanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke, saat membuka KSM zona satu di MAN 2 Palu, mengatakan, KSM merupakan salah satu upaya dari Kemenag untuk meningkatkan kualitas output madrasah.

Ia menegaskan, sesuai dengan tema yang bermakna bagaimana madrasah dapat mengintegrasikan sains dan ilmu agama Islam untuk menggapai cita-cita madrasah bermartabat dan hebat, maka setiap madrasah harus dapat termotivasi untuk mengimplementasikan kedua hal tersebut.

“Tema ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagaimana sains dan ilmu agama bisa dikombinasikan dalam setiap proses pembelajaran,” katanya.

Hasil KSM tingkat Provinsi Sulteng tahun ini, kata dia, akan diseleksi untuk diikutkan pada KSM tingkat nasional.

Terkait itu, Rusman menekankan kepada para guru, kepala madrasah serta seluruh stakeholder terkait untuk berupaya keras meningkatkan prestasi KSM Provinsi Sulteng pada tingkat nasional nantinya.

Menurutnya, Sulteng yang mendapatkan 1 medali perunggu pada KSM nasional tahun 2018 di Bengkulu, mesti berupaya untuk meningkatkan prestasi tahun ini.

“Kalau saya bahasakan, kita harus mendapatkan 3-4-5. Yakni 3 medali emas, 4 medali perak dan 5 medali perunggu. Kalau kita tidak punya impian, maka kita tidak bekerja,” tegas Rusman.

Menurutnya, masih ada waktu untuk merencanakan persiapan mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.

“Masih ada jeda waktu untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak kita. Saya mohon ini agar benar-benar direncanakan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (YAMIN)