KPw BI Sulteng Gelar Temu Responden Survei dan Kontak Liaison

oleh
Foto bersama usai kegiatan responden dan kontak liaison di salah satu hotel, di Kota Palu, Rabu (02/09). (FOTO: DOK BI SULTENG)

PALU –  Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulteng menggelar kegiatan responden dan kontak liaison di salah satu hotel, di Kota Palu, Rabu (02/09).

Temu Responden Survei dan Kontak Liaison tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk apresiasi dari BI atas partisipasi aktif responden dan kontak liaison dalam mendukung kegiatan survei dan liaison yang dilakukan Bank Indonesia,” kata Indratmoko selaku Asisten Direktur, KPw BI Sulteng.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, di antara para responden dan kontak liaison dapat saling mengenal dan mengakrabkan diri satu sama lain, serta dapat saling tukar menukar informasi untuk menunjang pengembangan bisnis ke depan.

“Sementara itu, bagi kami, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang knowledge sharing untuk menjelaskan mengenai pentingnya kegiatan survei dan liaison dalam proses perumusan kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, sebagaimana diketahui, sebagai bank sentral, BI mempunyai tugas antara lain menyusun dan melaksanakan kebijakan moneter, sistem  pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan, dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah

“Untuk dapat menyusun kebijakan yang kredibel, tentu kami memerlukan data dan informasi terutama mengenai perkembangan permintaan dan penawaran di sektor riil. Namun demikian, fakta yang sering terjadi, publikasi data (sekunder) yang kami butuhkan tersebut belum sepenuhnya tersedia, baik dari sisi kelengkapan maupun kekiniannya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat berfungsi sebagai leading economic indicators yang  lengkap dan terkini, Bank Indonesia merasa perlu untuk melakukan kegiatan survei dan liaison,” jelasnya.

Secara legal, lanjut dia, pelaksanaan kegiatan survei dan liaison yang dilakukan BI, dipayungi Undang-Undang (UU) Nomor: 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan UU Nomor: 6 Tahun 2009, tepatnya di Pasal 14 khususnya ayat 1 dan 2.

Lebih lanjut dia mengatakan, secara umum, tujuan dari survei adalah untuk mendapatkan berbagai data dan informasi terkini yang dapat digunakan untuk mendukung analisis kondisi perekonomian saat ini dan ke depan.

“Satu hal penting yang ingin kami dapatkan dari setiap survei adalah ekspektasi responden ke depan atas beberapa hal seperti kondisi perekonomian, kondisi usaha, investasi, tingkat suku bunga, lapangan kerja dan perkembangan harga. Berbagai ekspektasi responden ini sangat berguna untuk menunjang analisis, mengingat ekspektasi biasanya mempengaruhi perilaku responden atas setiap kegiatannya,” terangnya.

Selain melakukan survei, untuk mengumpulkan data dan informasi, pihaknya juga melakukan kegiatan kunjungan liaison ke sejumlah perusahaan terpilih. Data dan informasi yang diperoleh tersebut, selanjutnya diolah dan digunakan untuk mendukung formulasi kebijakan moneter dan sebagai bahan yang sangat penting dalam penyusunan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR).

Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh responden, pihaknya menghadirkan narasumber Roy T. Amboro dalam kegiatan tersebut. Roy sendiri merupakan seorang pengusaha sukses, sekaligus penulis dengan buku terlaris sekaligus motivator yang prominent.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Direksi atau Pimpinan Perusahaan BUMN dan Swasta yang menjadi responden survei dan kontak liaison, Ketua KADIN dan para pengusaha UMKM, para kepala OPD Provinsi Sulteng, dan pihak terkait lainnya. (RIFAY)