KPU Sigi Susun Tahapan PSU di Bolobia

oleh
Ilustrasi

SIGI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sigi saat ini sedang menyusun dan mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU), di TPS Desa Bolobia, Kecamatan Kinavaro.

PSU dilakukan atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dimenangkan atas pemohon salah satu caleg DPRD Sigi, dari Partai PDI Perjuangan.

Ketua KPU Sigi,  Hairil  mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun dan menyiapkan segala kebutuhan untuk PSU.

“Kami dalam proses pembuatan tahapan rancangan PSU, mulai hari ini, sambil menunggu rancangan tahapan di KPU RI,” kata Hairil kepada MAL, Sabtu .

Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sulteng. Lalu KPU Sulteng berkoordinasi dengan KPU RI. Di mana nantinya, pihaknya akan mengirimkan rancangan tahapan, untuk ditijau ataupun dikoreksi lalu ditetapkan.

” Penetapan KPU RI inilah jadi dasar tahapan akan dijalankan. Dalam putusan MK tidak lebih dari 14 hari sejak putusan,” ujarnya.

Sebelumnya, MK memerintahkan KPU Sigi melakukan PSU di satu TPS di  Bolobia. Menyusul dikabulkannya gugatan dimohonkan salahsatu anggota DPRD Kabupaten Sigi dari partai PDI Perjuangan (PDI-P) pada Jumat (8/8).

Dalam dalil gugatanya, PDI-P menuding telah terjadi penggelembungan suara untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Kecamatan Kinovaro.

Di formulir pencatatan penghitungan suara (C1) milik PDI-P, jumlah suara PKB sebesar 1.493. Tetapi, oleh KPU dicatat sebesar 1.560 suara. Di formulir pencatatan penghitungan suara (C1) milik PDI-P, jumlah suara PKB sebesar 1.493. Tetapi, oleh KPU dicatat sebesar 1.560 suara.

Sementara suara PKPI, dalam formulir C1 milik PDI-P tercatat sejumlah 1.493. Namun, dalam catatan KPU bertambah jadi 1.534.  Atas selisih suara tersebut, saksi partai politik sempat meminta PPK melakukan pembukaan kotak suara dalam forum rapat pleno rekapitulasi suara.

Namun, ketika dilakukan pembukaan kotak suara, tidak ditemukan formulir daftar hadir pemilih (C7) untuk TPS 1 Desa Bolobia. Didapati pula fakta bahwa jumlah suara sah dan tidak sah dengan jumlah pemilih di TPS 1 Desa Bolobia tidak sinkron.

Jumlah suara sah dan tidak sah mencapai 174 suara, padahal jumlah pemilih hanya 169 orang. Atas persoalan ini, Mahkamah meragukan pemungutan suara di TPS 1 Desa Bolobia dilaksanakan secara tak jujur dan adil. (Ikram)